• Selasa, 7 Februari 2023

Ombudsman Soroti Data Penerima Pupuk Bersubsidi Tak Akurat

- Selasa, 30 November 2021 | 23:58 WIB
Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan perlu ada perbaikan dalam akurasi pendataan petani penerima pupuk bersubsidi.

“Pendataan petani penerima pupuk bersubsidi saat ini dilakukan setiap tahun dengan proses yang lama dan rumit dan berujung dengan tidak akuratnya data penerima pupuk bersubsidi dengan indikasi,” ujarnya secara virtual, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Beberapa fenomena yang menyebabkan ketidakakuratan pendataan tersebut ialah tidak semua petani tergabung sebagai anggota kelompok tani, tidak semua anggota kelompok tani terdaftar dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (E-RDKK), lalu tidak semua petani yang terdapat dalam E-RDKK mendapatkan pupuk bersubsidi.

Selanjutnya yaitu tak semua Nomor Induk Kependudukan (NIK) petani teraktivasi oleh Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). “Hal ini mengakibatkan petani tidak dapat menembus pupuk bersubsidi karena dianggap tidak dapat menunjukkan identitas diri,” kata Yeka.

Kelima, petani dengan luas lahan di atas 2 hektar ditemukan masih terdaftar dalam E-RDKK. Kemudian, rekomendasi pemupukan dinilai belum akurat, serta terbatasnya pelibatan aparatur pemerintah desa dalam penentuan petani penerima pupuk bersubsidi.

Karena itu, Ombudsman memberikan empat saran kepada Kementerian Pertanian untuk menanggulangi persoalan ini. Pertama, pendataan penerima pupuk subsidi dilakukan setiap 5 tahun sekali dengan evaluasi setiap tahun.

Kedua, menata ulang mekanisme penyusunan RDKK dengan mengoptimalkan pelibatan aparatur desa dalam pendataan, verifikasi, dan validasi pupuk bersubsidi, serta pelaksanaan musyawarah desa dalam memutuskan RDKK.

Bagi Ombdusman, aparatur desa jarang atau tak optimal dilibatkan sehingga diharapkan melalui mekanisme musyawarah desa, penetapan RDKK bisa dilaksanakan secara lebih adil dan transparan.

Setelah itu, penyederhanaan data Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan) berbasis kelompok tani (poktan) E-RDKK. Sedangkan data anggota kelompok tani yang tercantum dalam E-RDKK pupuk bersubsidi dijadikan sebagai lampiran data Simluhtan.

Halaman:

Editor: arby

Tags

Terkini

Sri Mulyani Pastikan Dukungan APBN dalam Pemilu

Minggu, 5 Februari 2023 | 15:20 WIB

DPR Soroti Simpang Siur Data Beras Nasional

Sabtu, 4 Februari 2023 | 12:05 WIB

Ikadin Jakbar Dukung Peradi Pertahankan Wadah Tunggal

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:49 WIB

Kemenkominfo Gandeng 18 Mitra Gelar IMCD 2023

Selasa, 31 Januari 2023 | 20:20 WIB

Petani Ngaku Terbantu Program Food Estate

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:48 WIB

Holding Ultra Mikro Diharapkan Dapat Perkuat UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 21:08 WIB
X