Pandemi Harus Bangkit, Mardigu: UKM Cara Tepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi Nasional

- Sabtu, 6 November 2021 | 17:01 WIB
Founder Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo/ romi
Founder Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo/ romi

Jakarta. HanTer – Banyak cara membangun perekonomian di Indonesia di tengah pandemi ini, salah satunya menyalurkan pendanaan ke usaha kecil dan menengah (UKM).

Seperti dilakukan PT Santara Daya Inspiratama (Santara) yang memiliki target menyalurkan pendanaan kepada 1.000 UKM senilai Rp 3 triliun rupiah pada akhir tahun 2022 dan Rp 15 triliun pada tahun 2023.

Sebagai perusahaan financial technology (fintech) yang siap menyalurkan dana untuk UKM, Santara urun dana (equity crowdfunding) meluncurkan 72 UKM ke pasar sekunder untuk memudahkan investor melakukan transaksi ekuitas.

-

Menurut CEO Santara R Andi Kartiko Utomo, pasar sekunder adalah tempat jual beli saham para penerbit layaknya IDX sebagai strategi atau exit plan bagi investor dalam pengelolaan portofolio keuangan pembiayaan urun dana.

Dikatajkannya, melalui pasar sekunder Santara ini dua manfaat yang didapat langsung, yakni dividen dan capital gain atau kenaikan saham perusahaan.

“Intinya kehadiran Santara dengan aplikasi urun dana telah menjadi solusi dalam pendanaan bagi UKM yang saat ini tengah bertahan di masa pandemi agar bisa bertumbuh dengan baik,” kata Andi, di Cilanda Town Square, Jakarta Selatan, Jumat (5/11/2021).

Andi menambahkan mekanisme jual beli saham UKM ini pun tidak jauh berbeda dengan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni harga jual saham terbentuk sesuai penawaran dan permintaan (supply and demand).

-

“Investor dapat membeli saham dan menjual sahamnya sehingga transaksi tersebut akan mempengaruhi naik-turun harga saham. Memang tidak sembarang UKM bisa memperdagangkan sahamnya di Santara. Setidaknya mereka harus memenuhi kriteria yang menunjukkan bahwa bisnisnya sanggup berkembang,” jelasnya.

Ditambahkan Andi, mereka disaring melalui beberapa kriteria, di antaranya adalah memiliki kredibilitas dan portofolio dan prospek bisnis yang bagus, dan sudah beroperasi selama satu tahun. UKM yang listing di Santara pun bervariasi, ada bisnis kuliner, fesyen, dan lainnya.

Sedangka, Founder Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan pihaknya ingin berkontribusi dalam membantu UKM untuk naik kelas ke level yang lebih bergengsi. 

Alasan tersebut, membuat perekonomian Indonesia bisa semakin kuat dan pulih dari pandemi yang hingga kini belum usai. 
“Sejauh ini kita berharap bisa berkontribusi pada sisi menengah UKM. Kita harapkan dengan masuknya Santara bisa mendorong UKM agar naik kelas,” kata Mardigu.

Kendati kerap dipandang kecil, kata Mardigu, UKM selama ini telah terbukti menjadi sektor yang tahan resesi dan mampu menyerap 97 persen tenaga kerja. “Bagi kami mengangkat UKM adalah cara cepat membuat ketahanan ekonomi nasional,” tutupnya.

Halaman:

Editor: romi

Tags

Terkini

X