• Jumat, 7 Oktober 2022

Ekspor Batik Tembus 533 Juta Dolar AS pada 2020

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:59 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Ist)
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Ist)

Jakarta, HanTer - Pemerintah mencatat nilai ekspor batik pada 2020 mencapai 533 juta dolar AS. Sementara pada triwulan I-2021 mencapai 157,8 juta dolar AS dengan 200 ribu tenaga kerja terserap dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, termasuk yang banyak membuka lapangan kerja.

Hal ini, sambungnya, lantaran sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.

Menurut Menperin, industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri batik kita mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan produknya telah diminati pasar global. Industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia," ujar Agus, pada acara Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2021, Rabu (6/10/2021).

Menperin menambahkan batik adalah identitas bagi bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat melalui pengakuan UNESCO yang menyatakan bahwa batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya tak benda milik dunia pada bidang Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

"Selain itu, batik merupakan seni kerajinan yang termasuk dalam industri kreatif dan saat ini trennya terus berkembang di masyarakat," tuturnya.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, pemerintah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Penetapan hari Batik Nasional ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

"Kami meyakini bahwa kelestarian batik sebagai budaya, bahkan sebagai identitas bangsa Indonesia, berhubungan sangat erat dengan kehadiran industri batik itu sendiri. Industri batik dalam negeri semakin berdaya saing dan mampu menghasilkan batik-batik yang diminati pasar, dengan harga yang terjangkau di setiap tingkatan pangsa pasar, serta dengan profit yang baik untuk pelaku usahanya," papar Menperin. (Arbi)

Halaman:

Editor: arby

Tags

Terkini

Importir Kedelai AS Bakal Peroleh Sertifikat SSAP

Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:34 WIB

TACO Resmi Kantongi Sertifikat TKDN

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:44 WIB

Sabet Tiga Penghargaan, PGE Raih Dharma Karya Muda

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:03 WIB

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflasi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB
X