• Jumat, 7 Oktober 2022

Industri Diimbau Manfaatkan Sertifikasi TKDN Gratis

- Rabu, 14 Juli 2021 | 16:08 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Ist)
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Ist)

Jakarta, HanTer - Pemerintah mendorong pelaku industri untuk menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap produknya. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) sebagai upaya menekan impor.

 “Pemerintah Republik Indonesia menargetkan rata-rata TKDN hingga 2024 mendatang yang diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor mencapai 40 persen,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (14/7/2021).

Merujuk Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 57 Tahun 2006 tentang penunjukkan PT. Surveyor Indonesia dan PT. Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) untuk melakukan verifikasi atas kebenaran capaian TKDN tersebut, Agus meyakini target tersebut bisa tercapai.

Saifuddin Wijaya, Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia mengatakan, "Meskipun TKDN setiap sektor saat ini berbeda-beda, namun ia optimis target angka rata-rata 40 persen dapat terealisasi." Apalagi, tambah Darwin, PTSI, Sucofindo dan Pusat P3DN Kemenperin sudah menandatangani kerjasama pemberian sertifkat TKDN gratis.

“Tersedia 9000 sertifikat TKDN gratis untuk produk dengan nilai TKDN minimal 25%. Satu perusahaan bisa mendapatkan hingga delapan sertifkat TKDN dan satu sertifikat yang difasilitasi bisa memuat produk yang jenis, bahan baku dan proses produksi yang sama meski dimensi yang berbeda. Kami berharap industri bisa memanfaatka ini sebaik mungkin,” tegas Saifuddin.

Menurut Saifuddin, sebuah produk yang sudah memiliki sertifikat TKDN dapat digunakan pada proses pengadaan pemerintah. Produk dengan nilai TKDN lebih besar atau sama dengan 25% akan diberikan preferensi harga produk dalam negeri paling tinggi 25% sesuai dengan Perpres No. 12 Tahun 2021.

“Jika produk bersertifikat TKDN + BMP sama dengan 40% maka pemerintah wajib gunakan produk tersebut. Produk bersertifikat TKDN juga akan tercantum di website P3DN Kementerian Perindustrian, sehingga menjadi marketing tools produk bersangkutan.”

Dari sisi penghematan devisa negara, peningkatan produk bersertifikat TKDN dapat menghemat devisa negara karena mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.  

Selain itu juga untuk mendorong perkembangan industri ke seluruh wilayah Indonesia dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional yang berlandaskan pada kerakyatan, keadilan, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan mengutamakan kepentingan nasional.

Halaman:

Editor: arby

Tags

Terkini

Importir Kedelai AS Bakal Peroleh Sertifikat SSAP

Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:34 WIB

TACO Resmi Kantongi Sertifikat TKDN

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:44 WIB

Sabet Tiga Penghargaan, PGE Raih Dharma Karya Muda

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:03 WIB

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflasi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB
X