• Jumat, 7 Oktober 2022

Kadin Siap Dukung Merek Kolektif  UMKM Yang Dikelola PBA

oni
- Minggu, 20 Desember 2020 | 10:23 WIB

Jakarta, HanTer - Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) yang menaungi ratusan UMKM bekerja sama dengan Kadin Jawa Barat (Jabar) mengadakan webinar bertajuk ‘Merek Kolektif untuk Memenangkan Persaingan Global’ pada Jumat 18 Desember 2020 malam. 

Webinar ini mengundang Ketua Kadin Provinsi Jabar Drs. Cucu Sutara, M.M sebagai keynote speaker serta dua narasumber yakni Kepala Bidang Antar Lembaga PBA Dr. Dewi Tenty, S.H, M.H, M.Kn dan Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, M.M.

Dalam sambutannya, Ketua PBA Dr. Ary Zulfikar, S.H., M.H. alias Azoo menyampaikan, PBA sebagai suatu komunitas yang concern terhadap UMKM, melihat banyak peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas para anggotanya. Salah satunya dengan menjelaskan pentingnya menciptakan produk bersama yang bernaung dalam suatu merek kolekif.

“Karena itu, para narasumber yang saya kira ahli di bidangnya bisa menjelaskan apa itu merek kolektif. Juga bagaimana bisa memasarkan produk dalam naungan satu merek kolektif untuk mendorong industri kreatif para pelaku UMKM,” kata Azoo.

Ketua Kadin Provinsi Jabar Drs. Cucu Sutara memberikan apresiasi untuk PBA karena usaha-usaha yang sudah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan pelaku UMKM. Menurut Sutara, kehadiran PBA sangat membantu Kadin untuk mengembangkan potensi pelaku UMKM, terutama pelaku UMKM yang ada di Jawa Barat.  

“Ke depan kita butuh PBA , kemarin teman-teman dari eskportir menginformasikan butuh dukungan produk-produk  dari pelakus bisnis di Daerah Jawa Barat. Artinya ini peluang untuk teman-teman yang bernaung dalam PBA untuk mengambil peluang pasar itu,” kata Sutara.

Kadin pun berharap dengan adanya PBA, para pelaku UMKM khususnya di Jawa Barat, bisa memanfaatkan dan mengambil potensi pasar di provinsi sendiri. Lantaran, selama ini, potensi pasar strategis yang ada di Jawa Barat belum dimanfaatkan oleh orang-orang Jawa Barat. Potensi pasar yang luas itu sebagian besar masih dikuasai oleh orang-orang dari luar Jawa Barat.

 “Saya melihat ini aspek strategis Jawa Barat. Kalau kita lihat dari sini, jumlah penduduk Jawa Barat ada sekitar 50 juta, ini kan pasar potensial.  Tapi potensi itu direbut dari tangan orang Jawa Barat, terutama di sektor pangan. Nah ini hasus menjadi perhatian kita. Ke depan potensi yang luas ini harus menjadi target kita untuk dimanfaatkan,” kata Sutara.

Dr. Dewi Tenty, S.H, M.H, M.Kn menyampaikan, para pelaku UMKM akan sulit menjangkau pasar yang lebih luas jika masih bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan suatu kerja sama antar pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan menjangkau pasar internasional. Salah satunya, para pelaku UMKM bisa bekerja sama untuk menciptakan produk/jasa dalam naungan suatu merek kolektif. 

Halaman:

Editor: oni

Tags

Terkini

Importir Kedelai AS Bakal Peroleh Sertifikat SSAP

Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:34 WIB

TACO Resmi Kantongi Sertifikat TKDN

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:44 WIB

Sabet Tiga Penghargaan, PGE Raih Dharma Karya Muda

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:03 WIB

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflasi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB
X