Lockdown di India

Badan Amal India Produksi 70 Ribu Makanan Gratis Dalam Sehari Untuk Orang Miskin

Hermansyah
Badan Amal India Produksi 70 Ribu Makanan Gratis Dalam Sehari Untuk Orang Miskin
Proyek ini telah melihat setidaknya enam restoran berkumpul untuk memasak makanan bagi yang kelaparan

Mumbai, HanTer - Jalanan Mumbai, ibukota keuangan India, sangat sunyi dan lingkungannya sepi, dengan gemerisik dedaunan yang disebabkan oleh angin sepoi-sepoi menjadi satu-satunya suara yang terdengar di sekitarnya.

Sebuah restoran di pinggiran kota, sibuk dengan kegiatannya di mana 8 hingga 10 orang dengan cepat mengeluarkan khichdi (nasi dengan lentil) dari panci besar ke dalam wadah yang lebih kecil.

Mandat yang diemban mereka adalah mengemas 5.000 makanan untuk dibagikan kepada para tunawisma, penduduk daerah kumuh dan pekerja migran di seluruh kota.

Restoran itu adalah salah satu dari enam yang didirikan oleh KhaanaChahiye.com, sebuah inisiatif yang sekarang mampu memproduksi 70.000 makanan sehari, memastikan bahwa sebagian besar tenaga kerja Mumbai tidak pergi ke tempat tidur dengan keadaan lapar.

Khaana Chahiye adalah inisiatif warga untuk memastikan sebagian besar tenaga kerja Mumbai tidak kelaparan selama keberlangsungan penguncian wilayah. Penyelenggara di belakang Khaana Chahiye (bahasa Hindi untuk "butuh makanan") mengatakan ini adalah upaya untuk meminimalisir kondisi kelaparan kota metropolitan yang luas itu.

Situs web mereka berfungsi sebagai platform untuk mengumpulkan sumbangan dan menerima laporan kantong-kantong orang yang menghadapi kelaparan.

India kini di bawah penguncian nasional pada 25 Maret untuk menekan penyebaran pandemi coronavirus. Kuncian tiga minggu awal telah diperpanjang hingga 3 Mei oleh Perdana Menteri narendra Modi.

Dengan lebih dari seperempat dari 1,3 miliar orang India yang hidup di bawah garis kemiskinan, penutupan terbesar di dunia ini telah melepaskan kesengsaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pekerja migran negara dan orang miskin, seiring pemerintah federal dan negara bagian telah bergegas untuk memberikan bantuan, namun menyasar pada kaum samar baik di kota-kota dan desa-desa India.


Bagaimana Khaana Chahiye dimulai
Shishir Joshi, pendiri organisasi nirlaba bernama Project Mumbai, adalah kekuatan pendorong di belakang KhaanaChahiye.com. "Laporan tentang orang-orang yang tidur dengan lapar telah keluar," katanya kepada Al Jazeera. "Idenya muncul dari percakapan dengan seorang teman. Salah satunya adalah Ruben Mascarenhas, seorang politisi lokal," tambahnya.

"Saya telah menerima beberapa telepon dari berbagai bagian kota mengenai tenaga kerja yang pada dasarnya kelaparan karena penutupan. Kami berkumpul, dan pada 29 Maret, dimulai dengan 1.200 makanan ," kata Mascarenhas.

1.200 makanan didistribusikan dalam waktu singkat di sepanjang jalan raya, katanya. Para relawan mengatakan pertengkaran terjadi di antara orang-orang yang mengharapkan makanan pada hari pertama distribusi. Panitia menyadari bahwa mereka perlu meningkatkan pelayanannya.

"Kami mulai melakukan crowdfunding dan memohon lebih banyak sukarelawan," kata Joshi. "Beberapa restoran membuka dapur mereka dan menawarkan untuk membuatkan makanan untuk kita namun dengan biaya tambahan," tambahnya.

Neeti Goel memiliki lima restorannya yang menyiapkan makanan untuk membantu inisiatif KhaanaChahiye.com. "Saya membaca sebuah artikel di salah satu koran yang mengatakan bahwa anak-anak pekerja makan lumpur. Itu membuatku ngeri. Ini adalah inisiatif asli di mana orang-orang dari berbagai latar belakang bersatu karena empati," katanya.

Banyak hal terus terjadi ketika lebih banyak sukarelawan mendaftar. Tiga minggu kemudian, kelompok itu mengatakan mereka sekarang mengirimkan 70.000 makanan di seluruh Mumbai. "Saya telah mendapat telepon dari pejabat di berbagai negara bagian untuk menjaga pekerja mereka yang terjebak karena kelaparan di Mumbai," kata Joshi.