Iran Klaim Punya Alat Deteksi Virus Covid-19 Jarak Jauh

Hermansyah
Iran Klaim Punya Alat Deteksi Virus Covid-19 Jarak Jauh
Komandan IRGC, Hossein Salami, saat memamerkan alat yang diklaim bisa mendeteksi virus Covid-19

Teheran, HanTer - Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu (15/4/2020) memperkenalkan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi pengidap virus corona dari kejauhan, demikian dilaporkan Kantor Berita Tasnim.

Menggunakan masker dan didampingi oleh beberapa pejabat tinggi IRGC, Hossein Salami mengumumkan penemuan itu dalam sebuah wawancara televisi di markas militer Iran itu. Menampilkan mesin yang terdiri dari beberapa bagian, termasuk detektor genggam dengan antena dan bagian seperti piring, ia mengatakan mesin tersebut telah diuji di berbagai rumah sakit dan memiliki keandalan sekitar 80%.

Salami mengatakan dengan menggunakan detektor pintar, diagnosis virus corona tidak lagi memerlukan tes darah, sebab alat tersebut dari kejauhan mampu mengidentifikasi mereka yang tertular Covid-19, di mana antena mesin yang berisi "virus terpolarisasi", menciptakan medan magnet akan mengarah ke virus Corona di mana saja dalam radius 100 meter dalam lima detik.

"Perangkat itu nantinya dapat "melacak setiap kasus virus corona dalam radius 100 meter di daerah sekitar yang dipasang medan magnet dalam waktu sekitar lima detik," ucap Salami.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan jika alat tersebut juga digunakan untuk operasi disinfekstan yang cepat dan terarah karena tidak perlu membersihkan permukaan yang tidak terkontaminasi. "Perangkat buatan sendiri ini merupakan instrumen terbaru yang dikembangkan oleh ilmuwan Iran setelah wabah COVID-19 muncul," klaim Salami.

Iran menjadi salah satu negara yang paling parah terdampak virus corona. Hingga kini, tercatat 74.877 kasus COVID-19 termasuk 4.683 kematian sejak penyakit tersebut muncul di Iran pada 19 Februari.

#Iran   #Covid-19   #IGRC   #