AS, Italia dan Korsel Evakuasi Warganya dari Kapal Pesiar Diamond Princess yang Terpapar Corona

Hermansyah
AS, Italia dan Korsel Evakuasi Warganya dari Kapal Pesiar Diamond Princess yang Terpapar Corona
Kapal pesiar Diamond Princess saat dikarantina di Jepang lantaran terpapar virus Corona

Tokyo, HanTer - Ratusan penumpang sedang bersiap-siap untuk dievakuasi dari kapal pesiar, setelah menghabiskan dua minggu untuk karantina di Jepang karena virus Corona, di mana penumpang Amerika berharap untuk mulai terbang pulang menggunakan pesawat carteran pada malam harinya.

Sebanyak 70 lebih orang dikonfirmasi dengan virus di atas kapal Diamond Princess pada hari Minggu (16/2/2020), sehingga jumlah kasus dari kapal menjadi 355, terbanyak di luar Tiongkok.

Kanada, Korea Selatan, Hong Kong dan Italia telah mengikuti Amerika Serikat dalam mengumumkan penerbangan untuk membawa pulang warganya dari kapal, yang telah dikarantina sejak 3 Februari lalu.

Negara-negara mengatakan penumpang harus bebas dari gejala untuk naik ke penerbangan, dan kemungkinan akan menghadapi karantina kembali pada saat kedatangan di negaranya masing-masing.

Pengumuman dari kapten meraung melalui pengeras suara pada hari Minggu, memberi tahu para tamu Amerika yang bersedia turun bahwa mereka dijadwalkan untuk pergi dari jam 9 malam waktu setempat. 

"Berangkat dalam beberapa jam. Tidak ada perincian. Mungkin akan pergi ke Texas atau Nebraska," Gay Courter, salah satu penumpang Amerika, mengatakan kepada Reuters yang nantinya juga akan menghabiskan waktu dua minggu lagi karantina di tanah AS.

Penumpang Amerika lainnya, Matthew Smith, memposting foto di Twitter yang menunjukkan armada sekitar 11 pelatih yang diparkir di pantai dekat kapal untuk mengangkut warga negara AS. Smith mengatakan bahwa para pejabat Amerika, yang mengenakan jas hazmat penuh dan masker, telah mengunjungi kamarnya untuk memeriksa apakah ia akan turun. Dia bilang dia ingin tinggal.

Yardley Wong, seorang penumpang dari Hong Kong, mengatakan kepada Reuters: "Kami berencana untuk pergi jika hasil tes kami negatif," meskipun ia mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak berwenang Hong Kong.

Kapal itu, milik Carnival Corp. , telah ditahan di pelabuhan Jepang Yokohama dengan 3.700 penumpang dan awak kapal sejak seorang pria yang turun di Hong Kong didiagnosis dengan virus itu dua minggu lalu.

Mereka yang menderita penyakit ini telah dibawa ke rumah sakit di Jepang dan tidak ada seorang pun dari kapal yang meninggal. Sekitar setengah dari tamu di dalam kapal berasal dari Jepang.

Kedutaan Besar AS di Tokyo mengatakan, para penumpang dan awak kapal yang berada di atas kapal beresiko tinggi terkena virus itu dan merekomendasikan agar warganya turun dan menggunakan salah satu penerbangan untuk pulang. "Ini adalah situasi yang berkembang pesat dan kami mengambil langkah-langkah tambahan untuk membantu warga AS," katanya.

Semua penumpang akan diperiksa sebelum diizinkan naik ke penerbangan carteran dan semua orang akan dikarantina selama 14 hari setelah tiba kembali di Amerika Serikat. "Tidak ada penumpang yang bergejala atau terinfeksi akan diizinkan naik pesawat," katanya.

Clyde Smith, 80, yang dibawa dari kapal ke rumah sakit Tokyo setelah dites positif mengidap virus itu, mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu bahwa ia belum diberi tahu apakah ia akan diizinkan naik pesawat evakuasi AS.

Angka terbaru dari Beijing pada hari Minggu menunjukkan 68.500 kasus penyakit dan 1.665 kematian, sebagian besar di provinsi Hubei.

Jepang mendeteksi enam kasus baru virus corona pada hari Minggu, selain dari yang ada di kapal, NHK melaporkan, menjadikan jumlah total infeksi di daratan menjadi 59. 

Disisi lian, Italia pada Minggu mengatakan akan mengevakuasi warganya dari kapal pesiar tersebut. "Kemarin kami memutuskan untuk mengirim penerbangan dan membawa pulang 35 warga Italia," cuit Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio di Twitter, Minggu.

Tak hanya itu, pemerintah Korea Selatan juga melakukan hal yang sama, di mana pihaknya akan melakukan evakuasi terhadap warga yang menumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Jepang akibat kasus infeksi virus corona, COVID-19 tersebut.

"Pemerintah berencana membawa kembali warga kami jika mereka teruji negatif corona dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh otoritas Jepang, dan jika mereka ingin pulang," ujar Menteri Kesehatan dan Keselamatan Park Neung-hoo pada acara temu media. Hermansyah

#Virus   #Corona   #DiamondPrincess   #Jepang   #China   #Wuhan