Irak Buka Kembali Jembatan Sinak di Baghdad

Hermansyah
Irak Buka Kembali Jembatan Sinak di Baghdad
Jembatan Baghdad yang kembali di buka oleh Otoritas Irak

Baghdad, HanTer - Otoritas Irak membuka kembali salah satu jembatan utama Baghdad pada hari Rabu (12/2/2020), setelah ditutup selama berbulan-bulan oleh pengunjuk rasa anti-pemerintah, sebagai tanda jeda dalam kerusuhan yang telah menewaskan ratusan orang dan memaksa perdana menteri untuk mundur pada tahun lalu.

Jembatan Sinak, salah satu rute utama melintasi Sungai Tigris yang membagi dua kota, mengarah ke sebuah distrik di dekat Zona Hijau pemerintah yang kokoh dan gedung-gedung diplomatik.

Itu berjalan sejajar dengan jembatan besar lainnya, Al Jumhuriya, yang menghubungkan Zona Hijau itu sendiri dengan kamp protes utama di Tahrir Square, dan hingga kini masih ditutup.

"Sejak dini hari tadi dengan kerja sama para pengunjuk rasa, kami dapat membuka kembali jembatan Sinak untuk membiarkan kendaraan dan penduduk menyeberang dengan bebas," kata Letnan Jenderal Mohammed al-Bayati, sekretaris komandan kepala angkatan bersenjata Irak.

Pasukan keamanan dapat dilihat di dekat derek yang mengangkat barikade semen yang dipasang untuk menghalangi pengunjuk rasa menyeberangi jembatan. Beberapa tenda milik pengunjuk rasa masih ada.

Hampir 500 orang tewas dalam demonstrasi yang berkecamuk sejak Oktober lalu itu, menuntut penghapusan apa yang dilihat oleh para pemrotes sebagai elit penguasa yang korup dan sekaligus mengakhiri campur tangan asing, terutama oleh Iran dan Amerika Serikat.

Kantor operasi militer Baghdad meminta para pengunjuk rasa yang tersisa untuk tinggal di kamp protes utama mereka di lapangan Tahrir, lapor TV pemerintah.

"Pembukaan kembali jembatan membuat saya bahagia," kata seorang pengemudi di jembatan yang baru dibuka kembali kepada Reuters TV. "Pemerintah harus bekerja untuk memuaskan warga. Kami tidak menginginkan yang lain. Kami ingin kehidupan kembali normal," pungkasnya.