Guterres Serukan Penghentian Permusuhan di Suriah

Hermansyah
Guterres Serukan Penghentian Permusuhan di Suriah
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

New York, HanTer - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada akhir pekan lalu menyerukan penghentian segera permusuhan di Suriah barat laut.

Kepala PBB "sangat prihatin" tentang operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan itu, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya.

Sekretaris jenderal menggarisbawahi bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, seperti fasilitas kesehatan, tidak dapat diterima.

"Operasi militer semua pihak, termasuk tindakan terhadap dan oleh kelompok-kelompok teroris yang ditunjuk, harus menghormati aturan dan kewajiban hukum humaniter internasional, yang mencakup perlindungan warga sipil dan benda-benda sipil," kata pernyataan itu.

Guterres menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik tersebut.

"Ratusan ribu orang di provinsi Idlib telah melarikan diri ke Turki ketika pasukan pemerintah menyerang benteng besar terakhir yang dipegang oleh oposisi," kata PBB, mengutip laporan media.

Dalam sebuah pengarahan pada hari Rabu, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pertempuran di Idlib tampaknya "lebih intens daripada apa yang telah kita saksikan pada tahun lalu."