Khamenei: Serangan IRGC Merusak Citra AS Sebagai Negara Adidaya

Hermansyah
Khamenei: Serangan IRGC Merusak Citra AS Sebagai Negara Adidaya
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei 

Teheran, HanTer - Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan di mana hari ketika rudal IRGC menyerang pangkalan AS di Irak adalah pukulan besar bagi AS karena merusak citranya sebagai negara adidaya.

Dia membuat pernyataan tersebut selama khotbah Shalat Jumat yang dihadiri oleh sejumlah besar orang di Imam Khomeini Mosalla (tempat shalat) di Ibu Kota, Teheran.

Pemimpin itu mengatakan mesin propaganda berita dan media Zionis di hari-hari sebelum dan sesudah pembunuhan itu melakukan segala upaya untuk menghubungkan nama prajurit yang mati syahid dengan terorisme. 

"Presiden AS dan sekutunya fokus pada gagasan ini dan mesin berita Zionis di seluruh dunia mengulangi tuduhan yang sama, tetapi Yang Maha Kuasa mengubah segala sesuatunya menjadi kebalikan dari apa yang mereka inginkan sehingga orang-orang tidak hanya di Iran tetapi di negara-negara lain muncul dalam penghormatan terhadap komandan Iran yang mati syahid dan membakar bendera AS dan rezim Zionis," tambah Khamenei.

Pemimpin Tertinggi mengatakan bahwa Iran mengalami dua minggu kejadian luar biasa tetapi berhasil menggagalkan persekongkolan oleh media Zionis yang mencoba mendistorsi kenyataan tentang pembunuhan komandan IRGC Leuitanent General Qasem Soleimani.

Dia memuji partisipasi besar-besaran bangsa Iran dalam prosesi pemakaman untuk komandan besar IRGC Letnan Jenderal Qasem Soleimani yang dibunuh oleh pasukan AS di Baghdad 3 Januari 2020, dan mengatakan itu menandai hari ketika jutaan orang di Iran dan ratusan lainnya turun ke jalan, sehingga menjadi upacara publik terbesar di dunia dengan nama mereka.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa itu adalah hari milik Tuhan. "Hari ketika rudal IRGC menghantam pangkalan AS adalah hari Tuhan yang lain. Dua hari ini adalah titik balik dalam sejarah dan bukan hari biasa," katanya.

"Bahwa kekuatan suatu negara mampu menampar kekuatan intimidasi terbesar di wajahnya mengungkapkan kuasa Allah yang kuat," katanya.

Dia juga mengatakan bantuan Ilahi terletak pada kesalehan dan mendesak semua untuk mengamati kesalehan dalam setiap urusan

Ini adalah Doa Jumat pertama yang dipimpin oleh Pemimpin dalam delapan tahun.

Analis politik berpendapat bahwa mengingat perkembangan terakhir, termasuk kesyahidan Komandan IRGC Quds Force Letnan Jenderal Qasem Soelimani, Pemimpin Tertinggi akan fokus pada masalah yang paling penting dalam khotbahnya. Hermansyah