Rosaviatsia: Operator Pesawat Ambil Langkah Keselamatan Tambahan Ke Timur Tengah

Hermansyah
Rosaviatsia: Operator Pesawat Ambil Langkah Keselamatan Tambahan Ke Timur Tengah

Moskow, HanTer - Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) pada hari Kamis waktu setempat memperingatkan maskapai penerbangan domestik tentang ancaman terhadap keselamatan penerbangan ke Timur Tengah karena operasi militer dan situasi sosial-politik yang tidak menentu di wilayah tersebut serta merekomendasikan keamanan tambahan dengan beberapa langkah-langkah yang harus diambil.

"Saat ini, di wilayah Timur Tengah, termasuk Teluk Persia dan Oman, di mana pesawat penerbangan sipil Rusia beroperasi, kondisi telah muncul yang ditandai dengan ancaman tambahan terhadap keselamatan penerbangan sehubungan dengan permusuhan yang sedang berlangsung, serta diperburuk oleh situasi sosial-politik di wilayah tersebut," kata Rosaviatsia seperti dilansir Sputnik.

"Direkomendasikan agar operator pesawat mengambil langkah-langkah keselamatan tambahan dengan mempertimbangkan situasi operasional di daerah itu dan di sepanjang rute lalu lintas udara internasional," agensi menambahkan.

Seperti diketahui, penerbangan Ukraine International Airlines melalui Boeing 737-800 memiliki 176 orang di dalamnya ketika jatuh di dekat Teheran, setelah lepas landas pada hari Rabu lalu.

Sebagian besar dari mereka yang tewas adalah orang Iran dan Kanada, tetapi ada juga 11 orang Ukraina, termasuk sembilan anggota awak, 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Inggris, dan tiga orang Jerman.

Iran memimpin penyelidikan tentang penyebab kecelakaan itu. Ukraina mengatakan telah mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan.

Kanada dan Swedia juga telah menawarkan bantuan mereka. Sedangkan Amerika Serikat dapat dimasukkan sebagai perusahaan yang membangun Boeing 737 yang jatuh.