Bertemu dengan Menlu AS Bahas Iran

Menlu Inggris Serukan Turunkan Eskalasi

Hermansyah
Menlu Inggris Serukan Turunkan Eskalasi
Pertemuan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dengan mitranya dari AS, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo

London, HanTer - Iran meluncurkan rentetan serangan rudal terhadap pasukan militer AS di Pangkalan Udara Ayn Al-Asad dan sebuah fasilitas di Erbil di Irak dalam menanggapi pembunuhan Letnan Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, telah bertemu dengan mitranya dari AS, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Kamis waktu setempat untuk membahas perkembangan di Timur Tengah, ditengah periode meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut.

"Pembicaraan yang bermanfaat dengan @SecPompeo, berfokus pada Iran dan berbagai masalah bilateral. Inggris mengakui hak AS untuk membela diri dan ancaman serius yang ditimbulkan Iran di kawasan itu. Kita perlu mengurangi ketegangan dan kita membahas perlunya menemukan jalan diplomatik," tulis Raab pada akun twitternya @DominicRaab

Seperti diketahui, Iran melakukan serangan rudal balistik terhadap pangkalan militer AS yang ditempatkan di Irak pada 8 Januari 2020, setelah pembunuhan AS terhadap Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani, pada 3 Januari.

Raab mengatakan bahwa Inggris dan AS ingin melihat ketegangan mereda. "Tentu saja juga perlu pemerintah di Iran untuk mau dan berkomitmen untuk hasil itu juga," katanya seperti dilaporkan BBC.

Meski demikian, Raab mengutuk pembalasan Iran dan mendesak negara itu untuk tidak mengulangi serangan sembrono dan berbahaya ini. "Perang Timur Tengah akan hanya menguntungkan Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya", kata Raab.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump  memberikan konferensi pers setelah serangan dan mengumumkan sanksi ekonomi tambahan sebagai hukuman terhadap Iran, meskipun ia tidak mengumumkan tindakan militer lebih lanjut.
 
Sanksi tambahan ini akan berada di atas yang dijatuhkan AS ke Iran setelah Trump memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), pada 2018.

Penarikan Trump dari JCPOA terlepas dari Badan Atom dan Energi Internasional yang berulang kali menyatakan bahwa Iran sepenuhnya mematuhi perjanjian nuklir.

Presiden AS juga mencirikan Soleimani sebagai "teroris top" dunia dan mengklaim bahwa Jenderal itu merencanakan serangan baru terhadap sasaran Amerika, meskipun klaim itu telah dibantah oleh para ahli dan pengamat yang mengatakan tidak ada bukti yang diberikan untuk mendukung argumen ini.

Jenderal Soleimani adalah salah satu tokoh kunci yang mengarahkan perang melawan Daesh dan berpartisipasi dalam negosiasi damai antara Iran, Irak serta Arab Saudi, menurut Perdana Menteri Irak.