Rusia Tekankan Kepatuhan Terhadap JCPOA

Hermansyah
Rusia Tekankan Kepatuhan Terhadap JCPOA
Rusia

Moskow, HanTer - Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada hari Senin waktu setempat menekankan perlunya mematuhi perjanjian nuklir 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action atau JCPOA.

Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi perlunya menciptakan kondisi untuk melanjutkan implementasi kesepakatan.

Keputusan yang dibuat oleh Iran pada 5 Januari untuk terus menghentikan komitmen nuklir dalam JCPOA adalah sebagai akibat dari perbedaan yang luar biasa mengenai kesepakatan yang harus diselesaikan oleh semua pihak di dalamnya. "Tidak ada salinan lain untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir", kata pernyataan itu.

Rusia percaya bahwa melestarikan JCPOA dan memastikan penerapannya yang berkelanjutan harus menjadi prioritas utama bagi semua mitra. "Kami mengundang semua pihak untuk tidak menciptakan ketegangan dan ketidakpastian tambahan tentang masa depan kesepakatan yang merupakan pencapaian global," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya, kabinet Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu mengumumkan keputusan negara itu, yang mengambil langkah terakhir dengan mengurangi komitmen pada JCPOA.

Kabinet mengatakan Iran tidak akan mematuhi pembatasan dalam bidang operasional, termasuk kapasitas pengayaan, persentase pengayaan, volume bahan yang diperkaya serta penelitian.

Kabinet lebih lanjut menyatakan dalam pernyataannya bahwa sebagai langkah kelima untuk mengurangi komitmennya, Iran akan meninggalkan pembatasan kunci terakhir di bidang operasi yang ditempatkan di JCPOA secara harfiah "keterbatasan jumlah sentrifugal".

Dengan demikian, tambahnya, program nuklir Iran tidak akan menghadapi segala jenis pembatasan di bidang-bidang seperti itu dan akan berjalan semata-mata sesuai dengan kebutuhan teknis negara itu.

Namun, kabinet menekankan, Iran akan melanjutkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) seperti sebelumnya. Hermansyah

#Rusia   #Iran   #JCPOA