Guterres Sebut Komite Konstitusi Dibuat di Suriah

Hermansyah
Guterres Sebut Komite Konstitusi Dibuat di Suriah
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

New York, HanTer - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengumumkan pembentukan komite konstitusi tentang Suriah yang dapat membuka jalan bagi solusi politik untuk konflik delapan tahun negara itu.

Guterres mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (23/9/2019), bahwa komite yang termasuk perwakilan dari pemerintah dan oposisi, akan bersidang dalam beberapa minggu mendatang. "Ini akan difasilitasi oleh PBB di Jenewa. Saya sangat yakin bahwa peluncuran Komite Konstitusi yang diorganisir dan dipimpin Suriah dapat menjadi awal dari jalan politik menuju solusi," ucapnya

Ketua PBB telah berbicara tentang kesepakatan mengenai "komposisi komite." Sebelumnya di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengadakan pertemuan positif dan konstruktif dengan utusan khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, di Damaskus.

Dalam pertemuan itu, Muallem menegaskan kembali kepatuhan Suriah terhadap proses politik, dan menegaskan kembali kesiapan negaranya untuk melanjutkan kerja sama dengan utusan khusus PBB untuk mencapai solusi politik melalui dialog intra-Suriah.

Menurut kantor berita resmi SANA, diplomat top Suriah juga menekankan bahwa Suriah mempertahankan hak untuk memerangi terorisme, dan bahwa operasi kontraterorisme akan berjalan secara paralel dengan proses politik.

Damaskus mengatakan komite konstitusi harus menjadi urusan murni Suriah untuk diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri tanpa campur tangan asing.

Pada bulan Februari, Pedersen mengatakan di Jenewa bahwa ia melihat komite konstitusional sebagai "pembuka pintu potensial untuk proses politik." Tahun lalu, sebuah perjanjian dibuat di kota Sochi di Rusia untuk pembentukan komite konstitusional yang didukung PBB yang terdiri dari 50 anggota dari pemerintah Damaskus yang berkuasa, 50 anggota oposisi, dan 50 tokoh independen lainnya yang dipilih oleh PBB. Hermansyah