Innalillahi, PBB Laporkan 134 Muslim Mali Tewas Akibat Konflik Etnis

Danial/BBC
Innalillahi, PBB Laporkan 134 Muslim Mali Tewas Akibat Konflik Etnis
Pray for Mali

Jakarta, HanTer -Sebanyak 134 Muslim Mali tewas dibantai di desa Ogossagou, pada hari Sabtu (23/3/2019), yang dibelakangan diketahui adalah etnis minoritas Fulani.

Dari keterangan resmi PBB (United Nations) sebagian adalah perempuan dan anak-anak, dimana pembantaian 134 muslim Mali tersebut menargetkan keluarga penggembala Fulani di Mali Tengah, yang diduga dilakukan oleh anggota kelompok etnis Dogon pada hari Sabtu (23/3/2019).

Etnis Fulani yang tersisa mengatakan bahwa kelompok bela diri Dogon telah dipersenjatai oleh pemerintah, dan melakukan kekejaman terhadap mereka, yang dibantah oleh pihak berwenang.

"Sejak 2015, kontrol pemerintah di Mopti telah melemah, yang berarti orang tidak merasa dapat mengandalkan otoritas," kata wartawan BBC Alou Diawara dari ibu kota, Bamako, kemarin.

Dan Na Ambassagou, yang berarti "Pemburu yang percaya pada Tuhan" dalam bahasa Dogon, adalah asosiasi yang dibentuk dari kelompok-kelompok pertahanan diri setempat.

Dari hasil penyelidikan, sebelum pembantaian terjadi, seorang pria menyamar sebagai pemburu lalu membunuh 134 orang yang semuanya umat Muslim, dimana menurut PBB, wanita yang sedang hamil ikut dibunuh dan beberapa korban dibakar hidup-hidup.

Insiden terbaru ini dianggap paling mematikan dalam konflik yang semakin keras setelah penembakan 50 jamaah Salat Jumat di Selandia Baru baru-baru ini.

Seluruh 134 korban tewas dalam serangan paling brutal yang menargetkan etnis minoritas Fulani, yang dituduh memiliki hubungan dengan organisasi-organisasi jihad di daerah tersebut.

Data PBB yang bermarkas di New York, pada 2018 sebanyak 202 warga sipil tewas dalam kekerasan komunal dalam 42 insiden di wilayah Mopti Mali

Sementara telah terjadi konflik antara orang-orang Dogon yang lebih mapan dan para penggembala Fulani di Mali Tengah untuk waktu yang lama, mereka telah menjadi semakin keras sejak pemberontakan Islam militan di utara negara itu pada tahun 2012.

#Mali   #PBB