AS Disebut Biarkan Eropa Tanggung Konsekuensi Krisis

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:18 WIB

HARIANTERBIT.com - Jubir Kemenlu China Zhao Lijian bahwa UU Pengurangan Inflasi AS, yang dirancang untuk memenuhi kepentingan AS, tidak menunjukkan rasa hormat terhadap negara-negara lain, bahkan negara-negara yang disebut oleh AS sebagai sekutu dan mitranya. Dengan kata lain, Zhao menyebut Amerika membiarkan Eropa menanggung konsekuensi krisis.

"Ini merupakan contoh lain dari pendekatan 'America-first' AS yang bersifat menguasai," ujarnya.

Belakangan ini, beberapa pemimpin dan pejabat Eropa mengatakan bahwa AS tidak seharusnya menggunakan UU Pengurangan Inflasi dengan cara yang merugikan negara-negara sahabatnya karena dapat mengakibatkan pengalihan investasi masa depan yang signifikan dari Eropa.

"AS menyebut Eropa sebagai sekutu penting. Namun, pada kenyataannya, AS membiarkan Eropa menanggung konsekuensi dalam krisis ini," kata Zhao, seraya mengatakan bahwa di saat AS mengambil keuntungan dari krisis Ukraina, Eropa justru menderita akibat inflasi yang tinggi dan melonjaknya harga energi.

Baca Juga: Jokowi Sebut Indonesia Berpotensi Besar Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik

"Bahkan hingga hari ini, Eropa masih berupaya membereskan kekacauan yang disebabkan oleh AS di Suriah, Afghanistan, dan Irak," imbuhnya.

Mengutip komentar dari media Eropa yang mempertanyakan mengapa perdamaian dan kemakmuran Eropa harus bergantung pada kepentingan AS, Zhao mengatakan itu memang pertanyaan yang perlu ditanggapi dengan serius oleh Eropa dan seluruh dunia. ***

Sumber: Antara/Xinhua

Editor: Zahroni Terbit

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB

PM Selandia Baru Jacinda Arden Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:49 WIB

Begini Raih Mimpi Master Program di Jepang

Kamis, 12 Januari 2023 | 23:27 WIB
X