Lima Tewas, 18 Luka-luka dalam Penembakan di Klub Malam, Pelaku Dilumpuhkan

- Minggu, 20 November 2022 | 19:52 WIB
Ilustrasi. Lima tewas, 18 Luka-luka dalam penembakan di klub malam. Pelaku berhasil dilumpuhkan. (Pixabay)
Ilustrasi. Lima tewas, 18 Luka-luka dalam penembakan di klub malam. Pelaku berhasil dilumpuhkan. (Pixabay)

HARIANTERBIT.com - Lima orang tewas dan 18 luka-luka dalam penembakan di sebuah klub malam gay pada Sabt , 19 November 2022 malam waktu setempat di Colorado Springs, Colorado, Amerika Serikat.

Menurut Letnan Polisi Colorado Springs Pamela Castro  dalam konferensi pers, seorang tersangka ditahan dan sedang dirawat karena cedera setelah serangan di Club Q.

“Polisi mendapat panggilan telepon awal sebelum tengah malam tentang penembakan itu. Saat polisi tiba, petugas menemukan satu orang yang diyakini sebagai tersangka di dalam klub,” kata Pamela Castro dalam keterangannya seperti dikutip dari kantor berita CNA.

Baca Juga: Duet Maut Jisoo BLACKPINK dan Camila Cabello Guncang Panggung Konser BORN PINK di LA

Polisi tidak memberikan informasi apa pun tentang motif serangan itu dan menolak mengatakan jenis senjata api apa yang digunakan dalam penembakan itu.

Dalam daftar Google-nya, Club Q menggambarkan dirinya sebagai klub malam gay dan lesbian berorientasi dewasa yang menyelenggarakan malam bertema seperti karaoke, pertunjukan drag & DJ.

Pihak klub malam mengatakan, n dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, "hancur oleh serangan tidak masuk akal terhadap komunitas kami ... Kami berterima kasih atas reaksi cepat dari pelanggan heroik yang menaklukkan pria bersenjata itu dan mengakhiri serangan kebencian ini."

Baca Juga: Reborn Rich Episode 2: Sedang Naik Daun, Rating Meningkat Tajam

Gambar-gambar adegan setelah penembakan menunjukkan kendaraan aparat keamanan berada di sekitar lokasi. Pada pukul 04.00 waktu setempat, polisi telah menutup area di sekitar klub, yang terletak di mal di pinggiran Colorado Springs.

Pada 2016, seorang pria bersenjata membunuh 49 orang di klub malam gay di Orlando, Florida, sebelum dia ditembak mati polisi. Pada saat itu adalah penembakan massal terburuk dalam sejarah AS baru-baru ini.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Sumber: CNA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB

PM Selandia Baru Jacinda Arden Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:49 WIB

Begini Raih Mimpi Master Program di Jepang

Kamis, 12 Januari 2023 | 23:27 WIB
X