Presiden Rusia Tak Hadiri G20, Pengamat Komunikasi: Putin Mengabaikan Jokowi

- Sabtu, 12 November 2022 | 14:53 WIB
Presiden Joko Widodo dan Vladimir Putin (ist)
Presiden Joko Widodo dan Vladimir Putin (ist)


HARIANTERBIT.com – Sejauh ini Ketidakhadiran secara langsung Presiden Rusia Vladimir Putin secara sengaja dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang dapat diartikan sebagai sinyal tidak menganggap Presiden Joko Widodo sebagai teman dekat.

Menurut pengamat komunikasi dari Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Algooth Putranto ketidakhadiran Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung di KTT G20 menunjukkan pemimpin Rusia itu tidak merasa dekat dengan Presiden Jokowi.

“Secara kasat mata Rusia meski gemar berkoar menang mudah di front Ukraina, namun mendadak tanpa alasan jelas Putin tidak hadir di KTT G20. Ini menunjukkan Putin tidak cukup percaya diri dengan orang-orang di sekelilingnya mampu menangani tekanan di dalam negeri akibat ketidakpuasan pasca terpukul di front Ukraina dan sanksi negara Barat,” katanya, seperti keterangan tertulis, Sabtu (12/11/2022).Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Lewat Media Digital

Dia mencontohkan ketika Presiden Putin memilih menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali, Oktober 2013 sebagai balasan bagi kehadiran Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT G20 di St. Petersburg, pada September tahun itu.

Secara langsung, lanjutnya, ketidakhadiran Putin menunjukkan dia tak serius memberikan atensi kepada Presiden Joko Widodo yang sudah ke Moskow demi pembukaan koridor biji-bijian. “Dalam komunikasi, tradisi saling berbalas mengunjungi ini sangat penting. Dan Putin mengabaikan Jokowi!”

Menurut Algooth ketidakhadiran Putin secara langsung dengan berbagai alasan menempatkan Presiden Jokowi di posisi sulit mengingat KTT G20 adalah salah satu etalase keberhasilan Indonesia selaku pemain global.

Indonesia menjadi tuan rumah presidensi G20 pada 2022 dan akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang. Tema KTT G20 tahun ini adalah Recover Together Recover Stronger dengan mengusung tiga fokus utama, yakni Global Health Architecture, Sustainable Energy Transition, dan Digital Transformation.Baca Juga: Temuan Dokter Forensik RS Polri Kondisi Lambung Jenazah Satu Keluarga di Kalideres Mengecil

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% produk domestik bruto (PDB) dunia.

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

“Meski Putin menelpon langsung Jokowi, ketidakhadirannya secara langsung membuat KTT G20 berpeluang tidak mencapai komunike bersama. Gimana mau sepakat, Rusia sebagai salah satu pemain penting malah tak hadir!” tuturnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB

PM Selandia Baru Jacinda Arden Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:49 WIB

Begini Raih Mimpi Master Program di Jepang

Kamis, 12 Januari 2023 | 23:27 WIB
X