Ratu Elizabeth II, Raja ke-40 Inggris yang Paling Lama Bertahta

- Jumat, 9 September 2022 | 07:02 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle  bersama dua anak mereka bertemu dengan Ratu Elizabeth tanpa banyak orang yang tahu.  (metro.co.uk)
Pangeran Harry dan Meghan Markle bersama dua anak mereka bertemu dengan Ratu Elizabeth tanpa banyak orang yang tahu. (metro.co.uk)

HARIANTERBIT.com - Ratu Elizabeth meninggal dunia. Ia adalah raja ke-40 Inggris yang paling lama bertahta di dunia. Tokoh bangsa persemakmuran ini memerintah Inggris selama 7 dekade, tepatnya 71 tahun.

Ratu Elizabeth II naik takhta di usia 25 tahun setelah ayahnya Raja George VI meninggal pada 6 Februari 1952. Dia dimahkotai pada bulan Juni tahun berikutnya. Penobatan pertama yang disiarkan di televisi nasional dari situ kehidupan bangsawan menjadi sorotan media.

"Saya dengan tulus berjanji untuk melayani Anda, karena begitu banyak dari Anda berjanji untuk melayani saya. Sepanjang hidup saya dan dengan sepenuh hati saya akan berusaha untuk menjadi layak atas kepercayaan Anda," katanya dalam pidato kepada rakyatnya di hari penobatannya.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan Ketujuh Liga Inggris 2022/2023: Big Match Manchester City vs Tottenham Hotspur

Elizabeth menjadi raja pada saat Inggris masih mempertahankan sebagian besar kerajaan lamanya. Itu muncul dari kerusakan akibat Perang Dunia Kedua, dengan penjatahan makanan masih berlaku dan kelas dan hak istimewa masih dominan di masyarakat.

Winston Churchill adalah perdana menteri Inggris saat itu, Josef Stalin memimpin Uni Soviet dan Perang Korea berkecamuk.

Dalam dekade berikutnya, Elizabeth menyaksikan perubahan politik besar-besaran dan pergolakan sosial di dalam dan luar negeri.

Kesengsaraan keluarganya sendiri, terutama perceraian Charles dan mendiang istri pertamanya Diana, dipertontonkan di depan umum.

Baca Juga: Cari Yang Setia? Pemilik Shio Anjing Dapat Jadi Pertimbangan

Sementara tetap menjadi simbol stabilitas dan kesinambungan yang bertahan lama bagi warga Inggris pada saat ekonomi nasional relatif menurun, Elizabeth juga mencoba menyesuaikan institusi monarki kuno dengan tuntutan era modern.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB

PM Selandia Baru Jacinda Arden Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:49 WIB

Begini Raih Mimpi Master Program di Jepang

Kamis, 12 Januari 2023 | 23:27 WIB
X