• Senin, 8 Agustus 2022

Puluhan Tawanan Perang Tewas, Rusia Jadikan Hari Berkabung Nasional Ukraina

- Minggu, 31 Juli 2022 | 16:27 WIB
Kantong jenazah (ist)
Kantong jenazah (ist)


HARIANTERBIT.com – Tak disangka, puluhan tawanan perang asal Ukraina di Olenivka, Donetsk Oblast yang seharusnya mendapatkan perlindungan menurut Konvensi Jenewa justru dihilangkan nyawanya secara sengaja oleh pasukan Rusia menjelang Tahun Baru umat Islam.

Tahun Baru Hijriyah atau 1 Muharram 2022 yang jatuh pada Sabtu 30 Juli sebagai peringatan Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, yang tahun ini ditetapkan pemerintah Ukraina sebagai Hari Libur Nasional justru menjadi hari berkabung nasional.

Duka rakyat Ukraina terjadi setelah pada Jumat (29/7) sedikitnya 50 tahanan perang tewas dibantai pasukan Rusia. Mereka termasuk para petempur anggota Batalion Azov yang mempertahankan Pabrik Baja Azovstal dalam pertempuran sengit di Mariupol selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Polri Ambil Alih Kasus Brigadir J dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan para petempur Azovstal di Mariupol yang meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada pasukan Rusia tersebut dimediasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Komisi Palang Merah Internasional (ICRC), mencakup jaminan untuk kesehatan dan keselamatan mereka.

“Sekarang penjamin [PBB dan ICRC] harus bereaksi. Mereka harus melindungi nyawa ratusan tawanan perang Ukraina. Dan saya menambahkan sendiri harus ada pengakuan hukum yang jelas tentang Rusia sebagai negara sponsor terorisme,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Ahad (31/7/2022).

Baca Juga: Ayah Brigadir J Bicara soal Hasil Autopsi Dibuka ke Publik

Seperti diketahui, Konvensi Jenewa III tahun 1949 tentang perlindungan terhadap tawanan perang (prisoner of war) menyatakan dalam keadaan apapun, tawanan perang berhak atas perlakuan manusiawi dan penghormatan atas diri dan kehormatannya dan tetap memiliki kemampuan sipil sepenuhnya.

Para petempur Azovstal yang merupakan bagian dari pejuang dalam pasal 45 Protokol Tambahan I 1977 dijelaskan “dianggap sebagai tawanan perang sehingga harus dilindungi oleh Konvensi Jenewa III 1949” sehingga berhak atas perlindungan kesehatan dan keselamatan.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

X