• Senin, 8 Agustus 2022

Angka Kelahiran Rendah Sejak 2021, Populasi China Diperkirakan Menyusut Sebelum 2025

- Selasa, 26 Juli 2022 | 00:15 WIB
Warga berbaris untuk mendapatkan tes asam nukleat sebagai bagian untuk mengekang wabah Covid-19 di Shanghai, China, 11 Juni 2022.  (Bonsernews.com/voaindoneia.com/REUTERS/Aly Song)
Warga berbaris untuk mendapatkan tes asam nukleat sebagai bagian untuk mengekang wabah Covid-19 di Shanghai, China, 11 Juni 2022. (Bonsernews.com/voaindoneia.com/REUTERS/Aly Song)

HARIANTERBIT.com – Populasi China terus melambat secara signifikan, diperkirakan akan menyusut sebelum 2025. Ini disebabkan angka kelahiran yang rendah sejak 2021.

Media Global Times melaporkan dengan mengutip seorang pejabat kesehatan senior negara Tirai Bambu ini.

Data kelahiran yang dirilis Minggu, 24 Juli 2022 malam waktu setempat menunjukkan, jumlah kelahiran baru pada 2021 merupakan yang terendah dalam beberapa dekade di beberapa provinsi.

Menurut Global Time seperti dikutip dari CAN, jumlah kelahiran di provinsi Hunan tengah turun di bawah 500.000 untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun. Hanya provinsi Guangdong selatan China yang memiliki lebih dari 1 juta kelahiran baru.

Baca Juga: Junta Myanmar Eksekusi Mati Empat Aktivis Demokrasi dari Partai Suu Kyi

China saat ini sedang berjuang untuk membalikkan penyusutan pesat dalam pertumbuhan populasi alami karena banyak anak muda memilih untuk tidak memiliki anak karena faktor-faktor termasuk biaya tinggi dan tekanan kerja.

Populasi China diperkirakan mulai menyusut pada 2021-2025, kata Global Times, mengutip Yang Wenzhuang, kepala urusan kependudukan dan keluarga di Komisi Kesehatan Nasional.

Perubahan dalam undang-undang China tahun lalu untuk mengizinkan perempuan memiliki tiga anak tidak membantu, dengan banyak perempuan mengatakan perubahan itu terlambat dan mereka tidak memiliki jaminan pekerjaan dan kesetaraan gender yang memadai.***

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X