• Rabu, 28 September 2022

Semakin Tak Beradab, Rusia Targetkan Permukiman dan Fasilitas Warga Sipil Ukraina

- Rabu, 29 Juni 2022 | 19:11 WIB
Pemukiman warga Ukraina (Prikiran Rakyat)
Pemukiman warga Ukraina (Prikiran Rakyat)

Baca Juga: Jokowi Melalui Perjalanan Penuh Bahaya, Damaikan Perang Rusia Ukraina, Menuju Kyiv dengan Kereta

Bukti-bukti tersebut menambah panjang daftar serangan Rusia terhadap warga dan fasilitas sipil Ukraina. Sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Rusia telah melakukan pemboman udara kepada gedung teater di kota pelabuhan Mariupol, Maret lalu, yang menjadi tempat berlindung 600 orang warga sipil.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Odesa, Serhiy Bratchuk, mengatakan Rusia juga berkali-kali menyerang dan menghancurkan permukiman warga di Odesa. Serangan yang menghancurkan dan menyebabkan kebakaran itu menyebabkan enam orang terluka, termasuk seorang anak kecil.

Warga Kota Kharkiv juga berkali-kali mendapatkan serangan roket Rusia. Selain menghancurkan rumah-rumah warga, menurut gubernur wilayah itu, serangan juga menewaskan empat orang dan melukai 19 orang lainnya.

Baca Juga: Giring Tak Laku Dijual, Rembuk Rakyat PSI Jual Nama Ganjar

Pada Ahad lalu, Rusia Kembali menyerang bu kota Kyiv dengan rentetan roket. Serangan kepada permukiman itu menewaskan sedikitnya satu warga sipil dan melukai beberapa orang.

Sebagai reaksi atas pemboman selama akhir pekan itu Presiden Zelenskyy mengatakan selama pidato Ahad malam bahwa Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara modern untuk mencegah serangan rudal-rudal Rusia kepada warga sipil tersebut.

Pemerintah Ukraina mengatakan, serangan-serangan Rusia terhadap permukiman warga dan fasilitas sipil itu telah membuat tempat tinggal dari 3,5 juta orang telah hancur. Secara angka, jumlah Kementerian Pengembangan Masyarakat dan Wilayah Ukraina mencatat vahwa 116 ribu bangunan tempat tinggal telah hancur binasa.

Sementara itu, Rusia juga telah memainkan permainan ‘hunger game’ tidak saja kepada Ukraina, tetapi terhadap masyarakat dunia. Selama ini, bersama Rusia, Ukraina adalah pemasok hamper 30 persen gandum dunia. Caranya, Rusia menutup ekspor bahan pangan Ukraina dengan memblokade pelabuhan laut Ukraina serta menghancurkan panen Ukraina.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Goes to Campus, Akses Permodalan UMKM Mendapat Antusias Mahasiswa

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X