• Jumat, 1 Juli 2022

Semuanya Terbakar, Wilayah TImur Ukraina Mengalami Pemboman

- Selasa, 21 Juni 2022 | 19:34 WIB
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi kebakaran setelah penembakan yang dilakukan oleh Rusia di Mykolaiv, Ukraina, pada akhir pekan lalu
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi kebakaran setelah penembakan yang dilakukan oleh Rusia di Mykolaiv, Ukraina, pada akhir pekan lalu

Jakarta, HanTer - Serangan Rusia pada hari Selasa (21/6/2022), membuat tirai api di seluruh wilayah timur Ukraina dimana kantong-kantong perlawanan tak bisa menahan kendali militer penuh Moskow atas wilayah itu, hampir empat bulan setelah Kremlin melancarkan invasi .

Militer Rusia saat ini menguasai sekitar 95% wilayah Luhansk. Moskow telah berjuang selama berminggu-minggu untuk menguasai sepenuhnya, meskipun mengerahkan pasukan tambahan dan memiliki keuntungan besar dalam aset militer .

Dalam serangan terbarunya yang berlangsung Selasa (21/6/2022), pasukan Rusia membuat tirai api di seluruh wilayah timur Ukraina dimana kantong-kantong perlawanan tak bisa menahan kendali militer penuh Moskow atas wilayah itu.

“Hari ini segala sesuatu yang dapat terbakar, terbakar,” kata Serhiy Haidai, gubernur wilayah Luhansk timur Ukraina, seperti dilansir AP.

Perang Rusia pun telah menyebabkan kekhawatiran atas pasokan makanan dari Ukraina ke seluruh dunia dan pasokan gas dari Rusia, serta menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di Eropa Barat.

Di kota Sievierodonetsk yang merupakan titik pertempuran, para pembela Ukraina berpegangan pada pabrik kimia Azot di pinggiran industri. Sekitar 500 warga sipil berlindung di pabrik, dan Haidai mengatakan pasukan Rusia mengubah daerah itu menjadi reruntuhan.

"Ini adalah bencana belaka. Posisi kami ditembaki dari howitzer, beberapa peluncur roket, artileri kaliber besar, serangan rudal," kata Haidai.

Pertahanan pabrik kimia mengingatkan kembali pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota Mariupol yang brutal, tempat pasukan Ukraina ditembaki selama berminggu-minggu.

Lysychansk yang bertetangga, satu-satunya kota di wilayah Luhansk yang masih sepenuhnya di bawah kendali Ukraina, juga menjadi sasaran beberapa serangan udara.

Kantor kepresidenan Ukraina mengatakan Selasa bahwa setidaknya enam warga sipil telah tewas selama 24 jam sebelumnya, dan 16 lainnya terluka.

Menurut pembaruan hariannya, pasukan Rusia pada hari itu menembaki wilayah utara Chernihiv, dan mengintensifkan penembakan mereka di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Ledakan juga terjadi pada Selasa pagi di kota selatan Mykolaiv.

Serangan udara di Sievierodonetsk dan Lysychansk di dekatnya telah menghancurkan lebih dari 10 bangunan tempat tinggal dan sebuah kantor polisi. Di kota Avdiivka di wilayah Donetsk, sebuah sekolah terbakar akibat penembakan tersebut, kata kantor presiden.

Dukungan internasional untuk penderitaan Ukraina ditunjukkan sekali lagi ketika medali Hadiah Nobel Perdamaian yang dilelang oleh jurnalis Rusia Dmitry Muratov terjual Senin malam seharga $103,5 juta, memecahkan rekor lama untuk Nobel. Lelang bertujuan untuk mengumpulkan uang bagi pengungsi anak Ukraina.

Sementara itu, pihak berwenang Rusia memblokir situs surat kabar Inggris The Telegraph atas artikel yang diterbitkannya, kelompok hak internet Roskomsvoboda melaporkan Selasa.

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa media dan regulator internet Rusia, Roskomnadzor, memblokir akses Rusia ke sebuah cerita yang digambarkan Moskow sebagai “berita palsu.” Langkah itu membuat seluruh situs web Telegraph tidak dapat diakses oleh sebagian orang Rusia.

Kisah Telegraph menuduh bahwa pasukan Rusia telah menyiapkan krematorium bergerak untuk digunakan dalam perangnya dengan Ukraina, mungkin untuk menyembunyikan korban militernya.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X