• Jumat, 1 Juli 2022

Jerman Selidiki Ratusan Kemungkinan Kejahatan Perang di Ukraina

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 22:20 WIB
Anggota tim jaksa kejahatan perang berbicara di telepon di sebelah bangunan yang dihancurkan oleh serangan Rusia, di tengah Invasi Rusia ke Ukraina, di Borodyanka, wilayah Kyiv, Ukraina, beberapa waktu lalu.
Anggota tim jaksa kejahatan perang berbicara di telepon di sebelah bangunan yang dihancurkan oleh serangan Rusia, di tengah Invasi Rusia ke Ukraina, di Borodyanka, wilayah Kyiv, Ukraina, beberapa waktu lalu.


Jakarta, HanTer - Polisi Jerman mengatakan pada hari Sabtu (18/6/2022), mereka sedang menyelidiki beberapa ratus potensi kejahatan perang Rusia di Ukraina termasuk pejabat politik dan militer yang diduga terkait dengan dugaan pelanggaran.

"Sampai sekarang kami telah menerima tiga digit petunjuk," kata Holger Muench, kepala polisi federal BKA kepada surat kabar Welt am Sonntag.

Penyelidikan tersebut tidak hanya mencakup tersangka pelaku kejahatan perang tetapi juga pejabat politik dan militer.

"Ini adalah bagian tersulit dari penyelidikan kami, pekerjaan teka-teki yang rumit. Tujuan kami yang jelas adalah untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman, untuk membuktikan tindakan mereka melalui penyelidikan kami dan membawa mereka ke pengadilan," tambahnya.

Negara tersebut menerapkan yurisdiksi universal yang memungkinkan negara asing untuk menuntut kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan genosida, di mana pun mereka dilakukan.

Meski demikian, Holger Muench mengatakan jika hal tersebut mungkin memakan waktu, karena penyelidikan terkait dengan konflik Ukraina baru di "awal" mereka.

BKA dibantu dalam penyelidikannya oleh dinas intelijen luar negeri Jerman, antara lain, yang misalnya merekam percakapan radio tentara Rusia.

Penyelidik Jerman juga dapat dikirim ke Ukraina, kata Muench, seraya menambahkan bahwa mereka memerlukan mandat internasional untuk melakukannya.

Komisi Ukraina PBB pada hari Rabu mengkonfirmasi menerima beberapa tuduhan pelanggaran hak oleh pasukan Rusia, tetapi mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah itu merupakan kejahatan perang.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X