• Rabu, 28 September 2022

Palestina Kecam UEA Atas Kunjungan PM Israel

- Jumat, 10 Juni 2022 | 21:21 WIB
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan (kanan) saat menyambut kehadiran Perdana Menteri Israel Naftali Bennett setibanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 9 Juni 2022 lalu.
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan (kanan) saat menyambut kehadiran Perdana Menteri Israel Naftali Bennett setibanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 9 Juni 2022 lalu.

Jakarta, HanTer - Gerakan perlawanan Palestina Jihad Islam mengecam keras kunjungan perdana menteri Israel Naftali Bennett ke Uni Emirat Arab (UEA), dengan mengatakan desakan Abu Dhabi untuk memperluas hubungan dengan Tel Aviv sama dengan menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Tariq Salmi, juru bicara Jihad Islam, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kedekatan negara Arab yang tumbuh dengan rezim Israel menunjukkan penghinaan terhadap kehidupan Palestina.

"Desakan untuk normalisasi hubungan dan pembentukan hubungan habis-habisan dengan musuh seperti Israel, sama dengan penolakan terhadap semua bentuk penderitaan yang dialami warga Palestina sebagai akibat dari meningkatnya agresi dan terorisme Zionis di al-Quds dan Tepi Barat," kata Tariq Salmi.

Kunjungan Naftali Bennett ke Abu Dhabi pada hari Kamis lalu adalah perjalanan resmi keduanya ke negara Teluk Persia sejak kedua belah pihak secara resmi menormalkan hubungan mereka pada tahun 2020 di bawah apa yang disebut Kesepakatan Abraham yang ditengahi oleh presiden AS saat itu Donald Trump.

Bahrain, Maroko, dan Sudan adalah negara lain yang juga sudah menormalkan hubungan dengan rezim Tel Aviv.

Sebuah pernyataan dari kantor Bennett mengatakan pemimpin Israel itu akan bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan bahwa keduanya akan membahas "berbagai masalah regional," dengan Iran kemungkinan akan menjadi agenda utama.

Dalam pernyataan video yang direkam sebelum memulai perjalanan, Bennett memuji negara-negara yang merancang dan mengadopsi resolusi anti-Iran pada pertemuan dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina pada hari Rabu.

Bulan lalu, Israel dan UEA menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas sebagai bagian dari proses normalisasi di antara mereka, menandai perjanjian perdagangan besar pertama antara rezim Tel Aviv dan negara Arab.

Pakta itu ditandatangani di Dubai pada 31 Mei setelah berbulan-bulan negosiasi yang sibuk dan mendapat reaksi tajam dari negara-negara Muslim.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X