• Rabu, 7 Desember 2022

Di Atas Dataran Tinggi Golan yang Diduduki Israel, Suriah dan Rusia Gelar Patroli Udara Bersama

- Rabu, 8 Juni 2022 | 17:10 WIB
Jet tempur Mikoyan-Gurevich MiG-23 milik Suriah, saat berpatroli di atas Dataran Tinggi Golan
Jet tempur Mikoyan-Gurevich MiG-23 milik Suriah, saat berpatroli di atas Dataran Tinggi Golan


Jakarta, HanTer - Jet tempur Rusia dan Suriah telah melakukan patroli udara bersama di atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dan berpartisipasi dalam kondisi pertempuran nyata melawan pesawat tempur musuh dan pesawat militer tak berawak.

Kantor berita resmi Suriah SANA mengatakan misi tersebut melibatkan pesawat pembom tempur bermesin ganda Sukhoi Su-24, Su-34 dan Su-35 Rusia, selain enam pesawat Mikoyan-Gurevich MiG-23 dan MiG-29 milik Angkatan Udara Suriah.

Rusia melancarkan serangan udara terhadap teroris Takfiri di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus. Akhir bulan lalu, Rusia mengirim helikopter serang dan jet tempur ke pangkalannya di provinsi Hasakah di timur laut Suriah atas permintaan dari pemerintah Damaskus.

Keputusan itu datang hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan kembali tekad Moskow untuk mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Jaringan berita televisi berbahasa Arab Libanon al-Mayadeen kemudian mengatakan bahwa Rusia telah mengirim bala bantuan ke pangkalan udaranya di dekat kota Qamishli yang berpenduduk mayoritas Kurdi sebagai bagian dari pembangunan militer.

Pada tahun 1967, Israel mengobarkan perang skala penuh terhadap wilayah Arab, di mana ia menduduki sebagian besar Golan dan mencaploknya empat tahun kemudian yang merupakan sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada tahun 1973, perang lain pecah dan setahun kemudian gencatan senjata yang ditengahi PBB mulai berlaku, di mana Tel Aviv dan Damaskus setuju untuk membuat zona penyangga di Golan. Namun, Israel selama beberapa dekade terakhir membangun lusinan pemukiman ilegal di Golan yang bertentangan dengan seruan internasional agar rezim menghentikan kegiatan konstruksi ilegalnya.

Dalam langkah sepihak yang ditolak oleh komunitas internasional pada 2019, mantan presiden AS Donald Trump menandatangani dekrit yang mengakui “kedaulatan” Israel atas Golan.

Namun demikian, Suriah telah berulang kali menegaskan kembali kedaulatannya atas Golan, dengan mengatakan wilayah itu harus sepenuhnya dikembalikan ke kendalinya. PBB juga berkali-kali menekankan kedaulatan Suriah atas wilayah tersebut.

Kembali pada 24 Januari lalu, Suriah dan Rusia mengadakan patroli udara bersama di sepanjang perbatasan Suriah, termasuk di atas Dataran Tinggi Golan. Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip oleh kantor berita Interfax pada saat itu, patroli tersebut melibatkan pesawat tempur, pembom tempur dan pesawat peringatan dini dan kontrol.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Iran Resmikan Pembangunan PLTN Kapasitas 300 Megawat

Minggu, 4 Desember 2022 | 09:59 WIB

AS Disebut Biarkan Eropa Tanggung Konsekuensi Krisis

Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:18 WIB

Elon Musk Pasang Foto Pemakaman, #RIPTwitter Trending

Jumat, 18 November 2022 | 13:04 WIB
X