Korut Menembakkan Beberapa Rudal Balistik Setelah Latihan AS-Korsel

- Minggu, 5 Juni 2022 | 15:29 WIB
Ilustrasi peluncuran rudal balistik Korea utara
Ilustrasi peluncuran rudal balistik Korea utara


Jakarta, HanTer - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah laut di lepas pantai timurnya, kata militer Korea Selatan (Korsel) dan penjaga pantai Jepang.

"Korea Utara menembakkan rudal balistik tak dikenal ke Laut Timur," kata Kepala Staf Gabungan Seoul pada hari Minggu (5/6/2022), mengacu pada Laut Jepang.

Penjaga pantai Jepang juga mengatakan kemungkinan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara, mengutip Kementerian Pertahanan negara itu.

Beberapa jam kemudian, kantor berita Jepang Kyodo, mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal.

Militer Korea Selatan juga mengatakan Korea Utara telah menembakkan delapan rudal balistik jarak pendek dari Pyongyang.

Peluncuran ganda dilakukan setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan bersama skala besar selama tiga hari yang melibatkan kapal induk USS Ronald Reagan.

Pyongyang sering memprotes latihan militer gabungan Seoul dan Washington, menyebutnya sebagai latihan untuk invasi. Uji coba terbaru menandai ke-18 kalinya Korea Utara menembakkan rudalnya tahun ini, termasuk apa yang dikatakan AS sebagai uji coba rudal balistik antarbenua yang gagal pada 4 Mei yang meledak tak lama setelah peluncuran.

Bulan lalu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengatakan dia akan memperkuat dan mengembangkan kekuatan nuklir negaranya dengan kecepatan serta kekuatan setinggi mungkin.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah gagal memulai kembali pembicaraan diplomatik dengan Pyongyang karena ketegangan meningkat.

Mantan Presiden AS Donald Trump berusaha untuk mengadili Pyongyang. Tetapi meskipun dia bertemu dengan pemimpin Korea Utara tiga kali, dia menolak untuk mencabut sanksi apa pun sebagai imbalan atas beberapa langkah yang diambil oleh Pyongyang menuju denuklirisasi.

Hal itu menghambat diplomasi lebih lanjut antara Pyongyang dan Washington dan mendorong Kim untuk mengumumkan diakhirinya moratorium uji coba rudal negara itu.

Korea Utara, yang telah berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya, telah meningkatkan peluncuran rudal tahun ini, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.

China dan Rusia telah menyuarakan penentangan terhadap sanksi lebih lanjut oleh Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara.

Akhir tahun lalu, kedua negara mendorong dewan tersebut untuk menghapus sanksi tertentu terhadap Korea Utara sebagai pengakuan atas langkah-langkah yang telah diambil Pyongyang hingga saat itu untuk denuklirisasi dan untuk mendorong negosiasi lebih lanjut.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X