• Kamis, 1 Desember 2022

Percakapan Via Telepon Antara Putin, Scholz dan Macron, Rusia Siap Melanjutkan Dialog dengan Kiev

- Minggu, 29 Mei 2022 | 15:40 WIB
Ilustrasi pembicaraan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz melalui telepon
Ilustrasi pembicaraan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz melalui telepon

Jakarta, HanTer - Presiden Rusia Putin">Vladimir Putin, dalam percakapan telepon dengan timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, pada akhir pekan lalu mengkonfirmasi kesiapan Moskow untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Kiev.

Dalam percakapan telepon dengan Macron dan Scholz, Putin pun menekankan bahaya memompa Ukraina dengan senjata Barat. "Perhatian khusus diberikan pada keadaan di jalur negosiasi, yang dibekukan karena Kiev. Putin">Vladimir Putin menegaskan Rusia terbuka untuk melanjutkan dialog," kata pernyataan layanan pers Kremlin.

"Presiden Rusia juga menyoroti masalah pemompaan berbahaya yang sedang berlangsung di Ukraina dengan senjata Barat, memperingatkan risiko destabilisasi lebih lanjut dari situasi dan memperburuk krisis kemanusiaan," kata pernyataan itu.

Presiden Rusia itu pun mengatakan terkait masalah pasokan makanan, disebabkan oleh sanksi anti-Rusia dan kesalahan lain dari Barat. "Berdasarkan data spesifik, Putin">Vladimir Putin menjelaskan alasan sebenarnya dari kesulitan pasokan makanan, yang merupakan akibat dari kebijakan ekonomi dan keuangan yang salah arah dari negara-negara Barat, serta sanksi anti-Rusia yang mereka kenakan," kata pernyataan itu.

Kremlin pun mencatat jika Rusia siap membantu menemukan opsi untuk ekspor gandum tanpa hambatan, termasuk ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam.

"Meningkatkan pasokan pupuk dan produk pertanian Rusia juga akan membantu mengurangi ketegangan di pasar pangan global, yang tentu saja memerlukan penghapusan pembatasan yang relevan. Para pemimpin sepakat untuk melanjutkan kontak," kata Kremlin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya mengatakan jika krisis pangan global terjadi jauh sebelum dimulainya operasi militer di Ukraina, karena faktor-faktor seperti pandemi, dan salah perhitungan negara-negara Barat.

Pada saat yang sama, Lavrov menambahkan bahwa situasi saat ini telah memperburuk masalah, dan sanksi Barat telah menjadi salah satu alasan utama gangguan pasokan makanan, yang memperburuk krisis. Hermansyah

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Elon Musk Pasang Foto Pemakaman, #RIPTwitter Trending

Jumat, 18 November 2022 | 13:04 WIB

Kemenangan Partai Republik Bakal Untungkan Rusia

Rabu, 9 November 2022 | 23:30 WIB

Pejabat Senior Rusia Tewas dalam Sebuah Kecelakaan

Rabu, 9 November 2022 | 23:12 WIB
X