• Rabu, 29 Juni 2022

Palestina Kutuk Pembunuhan Anggota IRGC

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:20 WIB
Orang-orang bereaksi di lokasi pembunuhan Hassan Sayyad Khodaei, anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, di Teheran, Iran, pada 22 Mei 2022.
Orang-orang bereaksi di lokasi pembunuhan Hassan Sayyad Khodaei, anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, di Teheran, Iran, pada 22 Mei 2022.

Jakarta, HanTer - Kelompok perlawanan Palestina mengecam keras pembunuhan seorang anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam serangan teroris di ibukota Iran, Teheran, menyamakan insiden itu dengan pembunuhan yang ditargetkan terhadap mantan Sekretaris Jenderal gerakan Jihad Islam Fathi Shaqaqi.

Gerakan Jihad Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin lalu bahwa pembunuhan Hassan Sayyad Khodaei mengingatkan pada pembunuhan pemimpin perlawanan Palestina Fathi Shaqaqi, yang ditembak mati enam kali pada 26 Oktober 1995 di depan Hotel Diplomat di pantai timur laut Malta, kota Sliema oleh tim pembunuh yang terdiri dari dua agen yang bekerja untuk agen mata-mata Israel Mossad.

Pernyataan itu menambahkan bahwa musuh menembak mati mantan pendiri Jihad Islam dengan harapan palsu untuk menghentikan front perlawanan. Ini sementara pohon perlawanan tumbuh lebih besar dengan lebih banyak darah para martir yang ditumpahkan.

Selain itu, Gerakan Mujahidin Palestina mengecam pembunuhan anggota IRGC. "Kami mengutuk pembunuhan pengecut Hassan Sayyad Khodaei, seorang perwira Korps Pengawal Revolusi Islam, dalam operasi teroris yang dilakukan oleh Zionis Mossad," katanya dalam sebuah pernyataan .

Gerakan itu menambahkan, “Kami menekankan bahwa operasi kriminal ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan upaya Komite Perlawanan Rakyat (RRT) untuk menggagalkan agresi [Israel] yang sedang berlangsung.”

Pernyataan itu mencatat bahwa serangan teroris terhadap umat Islam membuktikan sifat kriminal rezim Tel Aviv dan sekutunya sebagai musuh bebuyutan dan terburuk umat Islam.

IRGC mengeluarkan pernyataan segera setelah pembunuhan itu, mengatakan bahwa mantan anggotanya dibunuh dalam serangan teroris oleh elemen kontra-revolusioner.

Pernyataan itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya, menambahkan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil untuk mengidentifikasi dan menangkap penyerang atau penyerang.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X