• Rabu, 29 Juni 2022

Ratusan Bintang Hollywood Kecam Pembunuhan Israel Terhadap Jurnalis Palestina

- Jumat, 20 Mei 2022 | 01:48 WIB
Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh yang ditembak mati oleh tentara Israel
Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh yang ditembak mati oleh tentara Israel

Jakarta, HanTer - Lebih dari 100 seniman terkemuka dari seluruh dunia mengutuk pembunuhan yang dilakukan oleh Israel terhadap jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh, serta menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan rezim Tel Aviv, beberapa hari setelah pasukan Israel menembak mati jurnalis veteran di Tepi Barat yang diduduki.

Para seniman, termasuk bintang Hollywood, penulis terkenal hingga musisi terkemuka, mengutuk pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Kamis waktu setempat.

Seperti diketaui, Abu Akleh, seorang veteran layanan Arab jaringan Al Jazeera yang berbasis di Qatar, ditembak di kepala pada 11 Mei lalu, ketika dia melaporkan serangan Israel di kamp pengungsi Jenin.

Kematiannya yang tragis mengirimkan gelombang kejut ke seluruh wilayah, menarik kecaman global. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa, antara lain, telah menyerukan penyelidikan penuh atas apa yang digambarkan sebagai pembunuhan yang disengaja “dengan darah dingin.”

“Kami sangat terganggu oleh pembunuhan pasukan pendudukan Israel terhadap jurnalis Palestina yang sangat dihormati Shireen Abu Akleh, ketika dia tiba, mengenakan rompi pers yang ditandai dengan jelas, untuk melaporkan serangan Israel di kota pendudukan Jenin Rabu lalu. Saat kami berduka atas kehilangannya, kami menyerukan pertanggungjawaban penuh atas pelaku kejahatan ini dan semua orang yang terlibat dalam mengizinkannya," bunyi pernyataan itu.

Pedro Almodovar, Susan Sarandon, Tilda Swinton, Mark Ruffalo, Eric Cantona, Miriam Margolyes, Jim Jarmusch, Naomi Klein dan Peter Gabriel, antara lain, menyerukan langkah-langkah yang berarti untuk memastikan pertanggungjawaban atas pembunuhan Shireen Abu Akleh dan semua warga sipil Palestina lainnya.

Para seniman dan tokoh masyarakat mengatakan jika pasukan Israel telah membunuh 45 jurnalis sejak tahun 2000, melukai lebih banyak lagi, hanya karena melakukan pekerjaan mereka, mengecam pola kekerasan, pelecehan, dan intimidasi terhadap jurnalis Palestina oleh rezim Israel.

Kelompok hak asasi manusia utama, termasuk organisasi hak asasi manusia terkemuka Israel B'Tselem, telah menggambarkan pola tersebut sebagai sistem apartheid yang dikenakan pada rakyat Palestina.

“Kami menyerukan kepada pemerintah kami untuk mengakhiri kemunafikan mereka dan bertindak dengan konsistensi dalam penerapan hukum internasional dan hak asasi manusia," ucapnya.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Terkini

X