• Selasa, 6 Desember 2022

Dianggap Alat untuk Pemerasan, Diplomat Kecam Kiev karena Gunakan Orang-orang di Azovstal

- Rabu, 18 Mei 2022 | 18:25 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova


Jakarta, HanTer - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova kepada stasiun radio Sputnik, pada Rabu (18/5/2022) mengatakan jika rezim Kiev secara teratur menggunakan taktik pemerasan di sejumlah negara, terutama negara-negara Eropa, untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah ditetapkan Amerika Serikat untuk mereka sejak awal.

"Kepemimpinan Kiev mengkhianati rakyat di pabrik baja Azovstal di Mariupol karena menggunakan mereka sebagai alat pemerasan bagi orang lain. Tanpa tujuan, benar-benar tanpa berpikir dan tanpa perasaan. Ini adalah salah satu alat Washington yang paling nyaman untuk mempengaruhi situasi di Uni Eropa," kata Maria Zakharova.

"Pencerahan bagi negara-negara Uni Eropa [dalam konteks situasi saat ini di Ukraina] akan sulit," rangkum diplomat itu.

Berbicara mengenai sanksi yang diberlakukan kepada Rusia, Zakharova mengatakan jika sanksi Amerika Serikat dan kolektif Barat secara keseluruhan bukanlah hal baru dan satu-satunya pertanyaan adalah apakah negara yang dikenai sanksi tersebut memiliki kemauan yang cukup untuk menanggapi tantangan tersebut. “Kami [Rusia dan Belarusia] bukan satu-satunya negara yang telah menerima sanksi,” kata Maria Zakharova.

Dia pun mencontohkan negara Kuba yang telah berada di bawah sanksi AS selama beberapa dekade. “Dan lihat bagaimana sikap Amerika Serikat terhadap Kuba berubah tergantung pada situasi politik, yang penting bagi mereka di beberapa titik dalam sejarah,” kata Maria Zakharova.

Contoh mencolok lainnya adalah Venezuela di mana kepala negara yang tidak dipilih, diangkat selain menjatuhkan sanksi. “Seorang pemimpin yang tidak dipilih ditunjuk sebagai kepala negara palsu, mereka pikir pantas untuk berkomunikasi dengannya dan menerimanya di Gedung Putih," ucapnya.

"Saya berbicara tentang Guaido. Pada saat yang sama, mereka tidak ingin ada hubungannya dengan pemimpin Venezuela yang sebenarnya dan terpilih, Maduro. Ini adalah trik Amerika Serikat yang dipraktikkan dengan baik. Lihat saja seberapa cepat Washington membuka matanya terhadap kenyataan secara tiba-tiba, di mana delegasi dari Washington segera dikirim ke Venezuela ketika masalah energi menghadang dunia Barat,” tambah Maria Zakharova.

Menurut perwakilan resmi kementerian luar negeri Rusia, China adalah salah satu contoh paling ilustratif dari negara-negara yang menjadi sasaran sanksi dalam sejarah baru-baru ini.

Menurutnya, ada upaya untuk menggerakkan masyarakat China dari luar menggunakan situasi internal. "Acara Lapangan Tiananmen. Kolektif Barat mendorong dan mendukung proses destruktif ini. Namun, China mempertahankan haknya atas kedaulatan, kemerdekaan, dan jalur perkembangannya sendiri meskipun ada sanksi, dan tindakan pembatasan, dan sebagainya," tuturnya.

"Sejarah telah menunjukkan bahwa keputusan yang diambil di Beijing pada waktu itu benar-benar tepat dan mereka membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi China saat ini dan memperkuat posisi internasional negara itu,” terang Zakharova.

“Mereka sangat keras terhadap China. Oleh karena itu, kita tidak boleh berpikir bahwa kita sedang mengalami sesuatu yang baru. Sayangnya, ini sudah dilakukan sebelumnya. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah setiap negara bagian dan rakyat memiliki cukup kemauan dan semangat, kesabaran untuk mengatasi semua ini. Dan, tentu saja, martabat,” pungkasnya.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Iran Resmikan Pembangunan PLTN Kapasitas 300 Megawat

Minggu, 4 Desember 2022 | 09:59 WIB

AS Disebut Biarkan Eropa Tanggung Konsekuensi Krisis

Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:18 WIB

Elon Musk Pasang Foto Pemakaman, #RIPTwitter Trending

Jumat, 18 November 2022 | 13:04 WIB
X