• Selasa, 7 Februari 2023

Pemimpin Finlandia Serukan Keanggotaan NATO Tanpa Penundaan

- Kamis, 12 Mei 2022 | 23:20 WIB
Presiden Finlandia Sauli Niinisto
Presiden Finlandia Sauli Niinisto

Jakarta, HanTer - Presiden dan perdana menteri Finlandia mengatakan pada hari Kamis (12/5/2022), bahwa negara Nordik harus mengajukan "tanpa penundaan" untuk keanggotaan dalam aliansi Barat yakni NATO yang didirikan sebagian untuk melawan Uni Soviet. Pengumuman itu berarti Finlandia hampir pasti akan bergabung dengan aliansi militer, meskipun masih ada beberapa langkah sebelum proses aplikasi dapat dimulai.

Para pemimpin Finlandia, mengatakan mereka mendukung pengajuan cepat keanggotaan NATO, membuka jalan bagi perluasan bersejarah aliansi yang dapat memberikan pukulan serius bagi Rusia ketika militernya berjuang melawan perangnya di Ukraina.

Pengumuman oleh Presiden Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin berarti bahwa Finlandia sudah pasti akan bergabung dengan aliansi militer Barat, meskipun masih ada beberapa langkah sebelum proses aplikasi dapat dimulai. Negara tetangga Swedia diperkirakan akan memutuskan untuk mencari keanggotaan NATO dalam beberapa hari mendatang.

“Keanggotaan NATO akan memperkuat keamanan Finlandia. Sebagai anggota NATO, Finlandia akan memperkuat seluruh aliansi pertahanan,” kata Niinisto dan Marin dalam pernyataan bersama.

"Finlandia harus mengajukan keanggotaan NATO tanpa penundaan. Kami berharap langkah-langkah nasional yang masih diperlukan untuk membuat keputusan ini akan diambil dengan cepat dalam beberapa hari ke depan," kata mereka.

Rusia bereaksi terhadap perkembangan itu dengan sebuah peringatan. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Finlandia yang bergabung dengan NATO akan “menimbulkan kerusakan serius pada hubungan Rusia-Finlandia serta stabilitas dan keamanan di Eropa Utara.”

“Rusia akan dipaksa untuk mengambil langkah-langkah pembalasan dari karakteristik teknis-militer dan lainnya untuk melawan ancaman yang muncul terhadap keamanan nasionalnya,” kata kementerian itu.

“Sejarah akan menentukan mengapa Finlandia perlu mengubah wilayahnya menjadi benteng pertahanan militer dengan Rusia sementara kehilangan kemerdekaan dalam membuat keputusannya sendiri,” tambahnya.

Sebelum kementerian mengeluarkan pernyataannya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan Finlandia tidak akan membantu stabilitas dan keamanan di Eropa. Peskov mengatakan tanggapan Rusia akan bergantung pada langkah NATO untuk memperluas infrastrukturnya lebih dekat ke perbatasan Rusia.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB: 22,6 Juta Warga Ethiopia Alami Kerawanan Pangan

Minggu, 5 Februari 2023 | 17:15 WIB

Militer AS Tembak Jatuh Balon Mata-Mata China

Minggu, 5 Februari 2023 | 14:05 WIB

Penembakan Massal di AS Tewaskan 5 Orang Warga China

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:10 WIB

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB
X