• Rabu, 28 September 2022

Pejabat HAM PBB: Korban Tewas Ukraina Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

- Selasa, 10 Mei 2022 | 20:31 WIB
Seorang pegawai layanan pemakaman melihat mayat warga sipil, dikumpulkan dari jalan-jalan ke pemakaman lokal, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina pada 6 April 2022 lalu.
Seorang pegawai layanan pemakaman melihat mayat warga sipil, dikumpulkan dari jalan-jalan ke pemakaman lokal, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina pada 6 April 2022 lalu.


Jakarta, HanTer - Ribuan warga sipil tewas di Ukraina selama hampir 11 minggu perang di sana daripada jumlah korban tewas resmi PBB sebanyak 3.381, kata kepala Misi Pengawasan Hak Asasi Manusia PBB di negara itu, Selasa (10/5/2022).

Tim PBB, yang mencakup 55 pemantau di Ukraina, mengatakan sebagian besar kematian terjadi akibat penggunaan senjata peledak dengan area dampak luas seperti rudal dan serangan udara.

“Kami telah mengerjakan perkiraan, tetapi yang dapat saya katakan untuk saat ini adalah bahwa itu ribuan lebih tinggi daripada jumlah yang kami berikan saat ini kepada Anda,” kata Matilda Bogner dalam jumpa pers di Jenewa, ketika ditanya tentang jumlah total kematian dan cedera.

“Lubang hitam besar benar-benar Mariupol di mana sulit bagi kami untuk sepenuhnya mengakses dan mendapatkan informasi yang sepenuhnya dikuatkan,” tambahnya, mengacu pada kota pelabuhan di tenggara Ukraina yang telah menyaksikan pertempuran perang terberat.

Moskow membantah menargetkan warga sipil dan menyebut invasinya, yang diluncurkan pada 24 Februari, sebagai “operasi militer khusus” untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkannya dari apa yang disebutnya nasionalis anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat. Ukraina dan Barat mengatakan ini adalah dalih palsu untuk melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Bogner mengatakan timnya juga sedang menyelidiki apa yang dia sebut sebagai "tuduhan kredibel" penyiksaan, perlakuan buruk dan eksekusi oleh pasukan Ukraina terhadap pasukan invasi Rusia dan kelompok bersenjata yang berafiliasi.

“Dalam hal tingkat pelanggaran oleh pasukan Ukraina, sementara skalanya secara signifikan lebih tinggi di sisi tuduhan terhadap pasukan Rusia, kami juga mendokumentasikan pelanggaran oleh pasukan Ukraina,” katanya.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X