• Sabtu, 13 Agustus 2022

Jerman Pertimbangkan Kirim Howitzer ke Ukraina

- Jumat, 29 April 2022 | 23:24 WIB
Seorang tentara berjalan di depan howitzer angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr saat mereka bersiap untuk dikirim ke Lituania di pangkalan militer Bundeswehr di Munster, Jerman, pada 14 Februari 2022 lalu.
Seorang tentara berjalan di depan howitzer angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr saat mereka bersiap untuk dikirim ke Lituania di pangkalan militer Bundeswehr di Munster, Jerman, pada 14 Februari 2022 lalu.

Jakarta, HanTer - Jerman sedang mempertimbangkan untuk mengirim howitzer jarak jauh ke Ukraina, kata seorang sumber keamanan seperti dilansir Reuters pada hari Jumat (29/4/2022), membenarkan sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Welt am Sonntag hanya beberapa hari setelah Berlin pertama kali memutuskan untuk memasok senjata berat ke Kyiv .

Langkah itu menyusul peringatan Kremlin bahwa pasokan senjata Barat ke Ukraina menimbulkan ancaman bagi keamanan benua Eropa dan memprovokasi ketidakstabilan.

Permintaan Ukraina untuk senjata berat telah meningkat sejak Moskow mengalihkan serangannya ke Donbas, wilayah timur dengan sebagian besar datar, medan terbuka yang dianggap lebih cocok untuk pertempuran tank daripada daerah di utara sekitar ibukota, Kyiv, di mana sebagian besar pertempuran sebelumnya.

"Berlin sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Belanda tentang pengiriman Panzerhaubitze 2000 ke Ukraina," kata sumber itu, mengacu pada salah satu senjata artileri paling kuat dalam persediaan Bundeswehr yang dapat mencapai target pada jarak 40 kilometer (25 mil).

Belanda bertujuan untuk memasok "jumlah terbatas" dari howitzer yang sama ke Ukraina, kantor berita ANP melaporkan pada hari Selasa, karena Jerman telah menawarkan untuk memberikan pelatihan dan amunisi untuk senjata yang dibuat oleh perusahaan pertahanan Jerman KMW.

Kritikus, termasuk duta besar Ukraina untuk Jerman, menuduh Berlin menyeret langkahnya dalam memberikan senjata berat ke Ukraina dan pada langkah-langkah lain yang dapat membantu Kyiv mengusir pasukan Rusia, seperti embargo impor energi Rusia.

Sebagian besar senjata berat yang telah dikirim negara-negara NATO ke Ukraina sejauh ini adalah senjata buatan Soviet yang masih dalam persediaan negara-negara anggota NATO Eropa timur, tetapi Amerika Serikat dan beberapa sekutu lainnya telah mulai memasok Kyiv dengan howitzer Barat.

Pada hari Kamis, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi militer Barat siap untuk mempertahankan dukungannya untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia selama bertahun-tahun, termasuk bantuan untuk Kyiv untuk beralih dari senjata era Soviet ke senjata dan sistem Barat modern.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Salman Rushdie Ditikam di New York

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:06 WIB
X