• Selasa, 7 Februari 2023

Stoltenberg: Finlandia dan Swedia Dapat dengan Cepat Bergabung Menjadi Anggota NATO

- Kamis, 28 April 2022 | 19:24 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

Jakarta, HanTer - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Kamis (28/4/2022) mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia akan disambut dengan tangan terbuka jika mereka memutuskan untuk bergabung dengan organisasi militer yang beranggotakan 30 negara dan dapat menjadi anggota dengan cepat.

Pernyataan Stoltenberg datang setelah dukungan publik di Finlandia dan Swedia untuk bergabung menjadi anggota NATO meningkat dalam menanggapi perang Rusia di Ukraina. Spekulasi media di kedua negara menunjukkan jika keduanya mungkin mulai bergbaung pada pertengahan Mei tahun ini.

"Itu keputusan mereka. Tetapi jika mereka memutuskan untuk melamar, Finlandia dan Swedia akan disambut dengan hangat dan saya berharap proses itu berjalan dengan cepat," kata Stoltenberg.

Dia tidak memberikan kerangka waktu yang tepat, tetapi mengatakan bahwa keduanya dapat mengharapkan perlindungan jika Rusia mencoba mengintimidasi mereka sejak aplikasi keanggotaan mereka dibuat hingga mereka bergabung secara resmi.

Stoltenberg pun mengatakan jika dirinya yakin bahwa ada cara untuk menjembatani periode sementara itu dengan cara yang cukup baik dan berhasil untuk Finlandia dan Swedia.

Jaminan keamanan kolektif NATO memastikan bahwa semua negara anggota harus datang membantu sekutu mana pun yang diserang. Stoltenberg menambahkan bahwa banyak sekutu NATO sekarang telah berjanji dan memberikan total setidaknya $8 miliar dukungan militer ke Ukraina.

Sebelum melancarkan perang di Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut agar NATO berhenti memperluas dan menarik pasukannya kembali dari perbatasan Rusia. Jadi prospek negara tetangga Finlandia, dan Swedia, bergabung dengan aliansi trans-Atlantik tidak mungkin disambut di Moskow.

Finlandia memiliki sejarah yang sarat konflik dengan Rusia, yang berbatasan dengan negara itu sepanjang 1.340 kilometer (830 mil). Finlandia telah mengambil bagian dalam puluhan perang melawan tetangga timur mereka, selama berabad-abad sebagai bagian dari Kerajaan Swedia, dan sebagai negara merdeka termasuk dua berperang dengan Uni Soviet 1939-40 dan 1941-44.

Namun, pada periode pascaperang, Finlandia mengejar hubungan politik dan ekonomi pragmatis dengan Moskow, tetap tidak berpihak secara militer dan menjadi penyangga netral antara Timur dan Barat.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB: 22,6 Juta Warga Ethiopia Alami Kerawanan Pangan

Minggu, 5 Februari 2023 | 17:15 WIB

Militer AS Tembak Jatuh Balon Mata-Mata China

Minggu, 5 Februari 2023 | 14:05 WIB

Penembakan Massal di AS Tewaskan 5 Orang Warga China

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:10 WIB

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia Tuai Kecaman

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:35 WIB
X