• Jumat, 7 Oktober 2022

Ukraina: Roket Rusia Terbang di Atas PLTN Terbesar di Eropa

- Selasa, 26 April 2022 | 22:32 WIB
Ilustrasi roket Rusia
Ilustrasi roket Rusia



Jakarta, HanTer - Perusahaan energi atom milik negara Ukraina mengatakan rudal Rusia terbang di ketinggian rendah di atas pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar Eropa di Ukraina selatan pada hari Selasa (26/4/2022) dan mengulangi peringatan bahwa invasi Rusia dapat menyebabkan "bencana nuklir."

Energoatom mengeluarkan peringatan terbarunya tentang risiko yang disebabkan oleh perang dengan Rusia pada peringatan 36 tahun kecelakaan nuklir terburuk di dunia di pabrik Chernobyl yang sekarang sudah tidak berfungsi, yang saat itu adalah Ukraina Soviet.

Perusahaan itu mengatakan rudal jelajah telah terbang di atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia selama serangan udara yang menurut otoritas setempat menghantam sebuah bangunan komersial di kota Zaporizhzhia, menewaskan sedikitnya satu orang.

“Rudal yang terletak di ketinggian rendah langsung di atas lokasi ZNPP [pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia], di mana terdapat tujuh fasilitas nuklir dengan sejumlah besar bahan nuklir, menimbulkan resiko besar,” Petro Kotin, penjabat kepala Energoatom, mengatakan.

“Bagaimanapun, rudal bisa mengenai satu atau lebih fasilitas nuklir, dan ini mengancam bencana nuklir dan radiasi di seluruh dunia,” katanya seperti dikutip dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Energoatom di aplikasi pesan Telegram.

Energoatom mengatakan pasukan Rusia, yang telah menduduki pabrik tersebut sejak 4 Maret, menyimpan peralatan berat dan amunisi di lokasi tersebut. "Tiga puluh enam tahun setelah tragedi Chernobyl, Rusia menghadapkan seluruh dunia pada bahaya terulangnya bencana nuklir!" itu berkata.

Rusia tidak segera mengomentari pernyataan Energoatom. Ini sebelumnya telah menawarkan jaminan keamanan tentang fasilitas tenaga nuklir Ukraina sejak meluncurkan apa yang dikatakannya sebagai "operasi militer khusus" pada 24 Februari

Pasukan Rusia juga menduduki stasiun tenaga nuklir Chernobyl yang dinonaktifkan segera setelah menginvasi Ukraina tetapi sejak itu meninggalkan lokasi tersebut.

Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dijadwalkan mengunjungi Chernobyl pada Selasa, peringatan ledakan dan kebakaran di sana pada 26 April 1986. 

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB
X