• Rabu, 28 September 2022

Diplomat UEA Minta AS Kembali Masukkan Houthi Sebagai Kelompok Teroris

- Rabu, 2 Februari 2022 | 12:45 WIB
Ilustrasi kelompok  Houthi 
Ilustrasi kelompok  Houthi 

Jakarta, HanTer - UEA meminta AS untuk menyediakannya dengan kemampuan anti-rudal dan anti-drone yang lebih baik untuk terus mempertahankan diri terhadap serangan Houthi yang didukung Iran, tulis diplomat Emirat dalam artikel opini Wall Street Journal setelah milisi menyerang Abu Dhabi tiga kali sepanjang bulan Januari lalu.

“Diperlukan kemampuan anti-rudal dan anti-drone yang lebih baik. Sistem Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) AS mencegah hilangnya nyawa yang lebih besar dalam serangan Januari,” tulis Duta Besar UEA untuk AS Yousef al-Otaiba dan perwakilan tetap UEA untuk PBB Lana Zaki Nusseibeh dalam artikel WSJ.

UEA akan mengintensifkan kerja samanya dengan AS untuk memperluas dan meningkatkan payung pelindung ini untuk dirinya sendiri, aset AS di kawasan dan sekutu Teluk lainnya,” tambahnya.

Pada bulan Januari, Houthi menargetkan UEA dengan tiga serangan udara lintas perbatasan menggunakan rudal jelajah dan balistik, serta drone. Semua serangan menargetkan situs dan infrastruktur sipil dan menyebabkan kematian tiga warga sipil.

UEA mengatakan telah mengoordinasikan upaya dengan pasukan AS di Pangkalan Udara Al Dhafra dekat Abu Dhabi, dan Washington mengumumkan bahwa pasukan militernya di negara Teluk itu mengerahkan rudal permukaan-ke-udara Patriot untuk mencegat dan mencegah serangan Houthi di ibu kota Emirat.

Otaiba dan Nusseibeh mengatakan: “Menahan agresi Houthi membutuhkan tekanan diplomatik yang luas, sanksi AS dan internasional yang lebih keras, upaya intensif untuk memblokir proliferasi senjata, dan pengembangan dan penyebaran yang lebih luas dari tindakan pencegahan yang efektif.”

Mereka juga mengulangi seruan mereka agar Washington menetapkan kembali Houthi Yaman sebagai organisasi teroris.

Pemerintahan Presiden Joe Biden mencabut sebutan teroris terhadap Houthi yang diperkenalkan oleh mantan Presiden Donald Trump Februari lalu.

Arab Saudi dan UEA mempertahankan selama setahun terakhir bahwa mereka akan terus memperlakukan Houthi sebagai organisasi teroris terlepas dari apakah AS memutuskan untuk menunjuk kelompok itu seperti itu.

Para diplomat UEA menambahkan bahwa penunjukan ulang “akan membantu menghentikan pasokan keuangan dan senjata [Houthi] tanpa membatasi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Yaman.”

Mereka juga menyerukan tekanan yang lebih besar pada Iran yang memberikan dukungan keuangan dan militer kepada Houthi.

Menurut rancangan laporan Dewan Keamanan PBB yang diedarkan pada bulan Januari, Iran telah mengekspor ribuan senjata dari pelabuhan Jask Iran di Laut Oman ke Yaman.

Iran telah lama dituduh mengobarkan api kekerasan di Timur Tengah melalui dukungan keuangan dan militer ke jaringan proksi Syiah di wilayah tersebut, khususnya di Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman. Teheran membantah tuduhan itu.

Baru Desember lalu, Angkatan Laut AS menyita dua simpanan besar senjata Iran dari dua kapal di laut Arab yang akan dikirim oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke milisi Houthi di Yaman, menurut Departemen Kehakiman AS.

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X