• Sabtu, 1 Oktober 2022

Warga Palestina dan Pemukim Bentrok Di Lingkungan Yerusalem

- Selasa, 22 Juni 2021 | 20:40 WIB
Ilustrasi bentrokan warga Palestina dengan pemukim di lingkungan Yerusalem
Ilustrasi bentrokan warga Palestina dengan pemukim di lingkungan Yerusalem

Jakarta, HanTer - Warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melempar batu, kursi dan kembang api di lingkungan Yerusalem yang tegang di mana kelompok pemukim berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina, kata para pejabat Selasa (22/6/2021).

Penggusuran yang terancam memicu protes dan bentrokan terkait perang Gaza 11 hari bulan lalu dan merupakan ujian bagi koalisi pemerintahan baru Israel, yang mencakup tiga partai pro-pemukim tetapi berharap untuk mengesampingkan masalah Palestina untuk menghindari perpecahan internal.

Polisi Israel dan pejabat perbatasan mengatakan mereka menangkap empat tersangka di lingkungan Sheikh Jarrah. Tidak jelas siapa yang memulai tawuran. Para pejabat mengatakan seseorang meluncurkan kembang api ke pasukan polisi dan rumah-rumah penduduk dan bahwa “beberapa bom Molotov dan batu dilempar.” Seorang wanita dilaporkan terluka ketika punggungnya dihantam batu, kata polisi.

Layanan darurat Bulan Sabit Merah mengatakan krunya merawat 20 warga Palestina, termasuk 16 menderita semprotan merica dan gas air mata dan lainnya terluka oleh peluru berlapis karet. Dua orang lainnya terluka, termasuk seorang pria tua yang dipukul di kepala, katanya.

Bulan Sabit Merah mengatakan pemukim melemparkan batu ke salah satu ambulansnya dan pasukan Israel menyemprotkan air sigung ke ambulans kedua milik layanan tersebut.

Ledakan kekerasan adalah gesekan terbaru di Sheikh Jarrah, di mana kerusuhan selama berminggu-minggu menarik perhatian internasional pasca perang 11 hari Israel-Hamas bulan lalu.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei, tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.

Siklus ketegangan bertahan, dalam ujian awal yang mencolok bagi pemerintah koalisi baru Israel, yang baru berusia lebih dari seminggu.

Di pucuk pimpinan di bawah perjanjian rotasi adalah Perdana Menteri Naftali Bennett, kepala partai sayap kanan Yamina. Dalam dua tahun, dia akan digantikan oleh Yair Lapid, pemimpin sentris Yesh Atid. Dan yang memimpin oposisi adalah pemimpin Likud Benjamin Netanyahu, yang digulingkan dari jabatan perdana menteri setelah memegang jabatan itu selama 12 tahun.

Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat. Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.

Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga-keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina di apa yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.

Israel merebut Yerusalem timur, rumah bagi tempat-tempat suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim, dalam perang 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Israel memandang seluruh kota sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Para pemukim mengatakan rumah-rumah itu dibangun di atas tanah yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi sebelum perang 1948 seputar penciptaan Israel. Hukum Israel mengizinkan orang Yahudi untuk merebut kembali properti tersebut, hak yang ditolak bagi warga Palestina yang kehilangan tanah dan rumah dalam konflik yang sama.

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X