• Sabtu, 1 Oktober 2022

Israel Batalkan Parade Yerusalem al-Quds, Setelah Peringatan Keras Hamas

- Selasa, 8 Juni 2021 | 05:08 WIB
Tokoh senior Hamas Khalil Hayya
Tokoh senior Hamas Khalil Hayya

Jakarta, HanTer - Kelompok sayap kanan Israel telah membatalkan rencana parade kontroversial di Yerusalem al-Quds yang diduduki setelah gerakan perlawanan Palestina Hamas mengeluarkan peringatan keras.

Apa yang disebut pawai bendera itu direncanakan berlangsung dan dilanjutkan melalui titik-titik api di Yerusalem Timur al-Quds yang diduduki Israel pada hari Kamis mendatang, tetapi polisi membatalkan pawai pada hari Senin (7/6/2021).

"Polisi menolak memberi kami izin," kata juru bicara salah satu kelompok yang mengorganisir pawai, yang memicu pembatalan pawai.

Polisi Israel juga mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa "rute saat ini saat ini tidak disetujui." Hamas pun mengancam eskalasi baru jika pemukim mengadakan rapat umum di Yerusalem

Pernyataan polisi dan pembatalan pawai berikutnya muncul setelah Khalil Hayya, seorang tokoh senior Hamas, memperingatkan pawai itu dapat memicu kekerasan baru di wilayah tersebut.

“Kami memperingatkan pendudukan (Israel) agar tidak membiarkan mereka mendekati Yerusalem Timur [a-Quds] dan kompleks Masjid al-Aqsa pada hari Kamis,” kata Hayya, mengungkapkan harapan bahwa pesannya jelas sehingga Kamis tidak menjadi 10 Mei baru.

“Kami dengan jelas mengatakan kepada para mediator dan masyarakat internasional bahwa waktunya telah tiba untuk menahan rezim pendudukan, jika tidak, petir dan tanggapan perlawanan akan tetap kuat. Kami tidak tertarik pada perang, tetapi kami menginginkan kebebasan, kemerdekaan, dan stabilitas di tanah kami,” pejabat Hamas lebih lanjut memperingatkan.

Menurut sebuah laporan oleh AFP, Menteri Urusan Militer Israel Benny Gantz telah mendesak polisi untuk membatalkan pawai karena kekhawatiran itu dapat memicu kembali pertempuran.

Perang baru-baru ini, yang keempat Israel melawan Jalur Gaza yang terkepung, diluncurkan pada 10 Mei, setelah daerah kantong itu bangkit sebagai protes terhadap eskalasi Tel Aviv di Tepi Barat yang diduduki.

Halaman:

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

3 Peraturan Unik di Jepang Bikin Geleng Kepala

Selasa, 27 September 2022 | 20:07 WIB

Pemakaman Kenegaraan Ratu Elizabeth 19 September

Minggu, 11 September 2022 | 08:17 WIB
X