Perang Nuklir Dunia Makin Dekat? Presiden Rusia Sebut Begini...

- Senin, 27 Maret 2023 | 14:54 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Anadolu) (harianterbit)
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Anadolu) (harianterbit)

HARIANTERBIT.com - Ternyata dugaan kuat terjadinya perang nuklir yang akan melibatkan Rusia, Amerika, China, India, Iran, Korea Utara, Pakistan dan negara lainnya makin mengkhawatirkan, Minggu 26 Maret 2023.

Menurut Presiden Vladimir Putin pada Sabtu 25 Maret 2023 bahwa Rusia akan menempatkan persenjataan nuklir taktis di Belarus, sembari memberi peringatan kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara  (NATO) yang selama ini memberikan dukungan militer untuk Ukraina.

Baca Juga: Transaksi Mencurigakan Ratusan Triliun Heboh! RDP Mundur Agar Komisi III Lengkap

"Tidak ada yang janggal dari hal ini: pertama, Amerika Serikat telah melakukannya selama beberapa dasawarsa. Mereka telah lama menempatkan persenjataan nuklir taktis mereka di wilayah sekutu mereka," ujar Putin dalam tayangan televisi negaranya.

Meski telah diduga, Vladimir Putin menyatakan langkah tersebut tidak melanggar perjanjian nonproliferasi senjata nuklir, kebijakan itu merupakan langkah Rusia yang paling menonjol terkait nuklir sejak awal invasinya ke Ukraina sekitar 13 bulan lalu.

Amerika Serikat negara adidaya nuklir lainnya, menanggapi pernyataan Putin itu dengan hati-hati. Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyatakan tidak ada tanda-tanda bahwa Moskow berencana menggunakan persenjataan nuklirnya.

Baca Juga: Tim Robot Merah Mengganas, Rebelion Terdepak dari Playoff MPL ID Season 11

Namun Putin menyamakan rencana itu dengan AS yang menempatkan persenjataannya di Eropa. Sang presiden Rusia juga menyatakan akan mengalihkan penguasaan persenjataan tersebut ke Belarus yang berbatasan dengan Polandia tempat dimana pasokan persenjataan NATO telah siap sedia membantu Ukraina.

Kembali ke persoalan Rusia, bahwa penempatan persenjataan seperti itu di luar negeri merupakan langkah pertama kalinya yang diambil Rusia sejak pertengahan 1990-an.

Ketegangan saat ini meningkat terkait perang di Ukraina setelah negara-negara Barat memasok persenjataan berat ke Ukraina, serta ketika Moskow mengubah retorika dalam operasi militernya --dari "demiliterisasi" negara tetangganya itu menjadi melawan "Barat secara kolektif".

Baca Juga: Heboh Mobil Alphard Bawa Menkeu Masuk Apron Bandara Soetta, Peter Gontha: Barang yang Dibawa Cukup Banyak

Beberapa politisi dan komentator garis keras Rusia telah lama berspekulasi mengenai serangan nuklir. Mereka menyatakan Rusia memiliki hak untuk membela dirinya dengan senjata nuklir bila telah didorong kelewat batas.

Senjata nuklir "taktis" merujuk kepada persenjataan yang digunakan untuk tujuan tertentu di medan pertempuran, bukan persenjataan yang memiliki kapasitas membumihanguskan kota-kota.

Belum jelas seberapa banyak persenjataan jenis itu yang dimiliki Rusia, karena masih banyak kerahasiaan ala Perang Dingin terkait masalah tersebut.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X