Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 29 Desember 2017 01:05 WIB
Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA)

Program Kemenpora Tentang Pertukaran Pemuda Indonesia dengan Australia di Bengkulu Sedang Berlangsung

Bengkulu, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus berupaya mempererat hubungan bilateral, terutama people to people contact terhadap dunia internasional melalui kerjasama dibidang Kepemudaan, dalam hal ini Program Pertukaran Pemuda.
 
Salahsatu jalinan kerjasama yang tengah berlangsung adalah antara Kemenpora RI dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, bertajuk Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) atau secara internasionalnya disebut Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) yang berlangsung di Rejang Lebong, Bengkulu.
 
Pada dasarnya, jalinan kerjasama ini telah berlangsung sejak tahun 1981 lalu yang bertujuan dapat terus meningkatkan jaringan dan saling pengertian antara pemuda, calon pemimpin dari kedua belah negara. Namun pada 28 September 2015 lalu bertempat di Jakarta, telah ditandatangani pembaruan pengaturan antara Kemenpora RI dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengenai Program Pertukaran Pemuda.
 
Kabid Kemitraan Dalam Negeri Deputi Pengembangan Pemuda Drs. Hery Yansen Manurung menuturkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenpora sangat memandang penting terhadap program pertukaran pemuda ini. Pasalnya, mampu mengetahui program-program dari negara lain, sehingga bisa dijadikan study banding yang sangat bermanfaat.
 
"Hal ini sangat baik karena bisa mengembangkan potensi-potensi para pemuda yang dimiliki negara masing-masing. Kita bisa mengeksplore semua hal-hal potensi yang ada tentang pengembangan dibidang kepemudaan, mulai dari potensi kekayaan alam, bisnis, pendidikan dan lain sebagainya," ucap Hery Yansen Manurung di Bengkulu, Kamis (28/12/2017) malam.
 
PerPres No 66 tentang koordinasi lintas sektor antar kementerian lembaga telah ditandatangani oleh Presiden Joko widodo pada Juni 2017 lalu. Menurut Yansen, hal itu sangat berarti untuk program pelayanan kepemudaan, khususnya tentang pertukaran pemuda. Atas dasar itu, lanjut Yansen, dalam PerPres tersebut wajib berkoordinasi dari pemerintah pusat hingga daerah dalam rangka mengembangkan program-program kepemudaan.
 
"Secara payung hukum kita sangat bersyukur dengan adanya PerPres No 66 yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, sehingga kita bisa saling menguatkan terhadap program atau kegiatan-kegiatan dibidang kepemudaan, salahsatunya adalah program pertukaran pemuda ini," jelas Yansen.
 
Terkait program AIYEP 2017/18 yang berlangsung di Rejang Lebong, Bengkulu, melibatkan 36 pemuda yang terdiri dari 18 orang pemuda Indonesia yang telah melalui proses seleksi di masing-masing provinsi. Begitu pula sisanya, 18 orang pemuda yang telah diseleksi oleh pemerintah Australia. 
 
Disamping 36 peserta itu juga didampingi oleh seorang Project Officer selama menjalankan Fase Indonesia. Agendanya antara lain adalah kunjungan kehormatan, workshop kesenian, homestay di fase desa dan fase kota, community development di fase desa serta magang di berbagai institusi baik publik maupun swasta pada fase kota. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Australia beberapa waktu lalu.
 
Para peserta pertukaran pemuda fase Indonesia telah hadir di Provinsi Bengkulu pada 18 Desember 2017 lalu dan pada 20 Desember 2017, rombongan bertolak menuju desa Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, guna melakoni fase desa dan akan mengakhiri programnya di Bengkulu pada 6 Februari 2018, serta mengakhiri keseluruhan program pada 9 Februari 2018 mendatang.
 
"Kami berharap, para peserta, khususnya dari Indonesia mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan semaksimal mungkin, mengingat dari sekitar 61, 68 juta jiwa (24,20 persen dari populasi penduduk Indonesia) pemuda Indonesia, hanya 18 orang yang berkesempatan menjadi delegasi bagi Indonesia dalam program PPIA atau AIYEP 2017/18 ini," harap Yansen.
 
"Pasca rangkaian program PPIA atau AIYEP 2017/18 ini, para peserta Indonesia diwajibkan untuk dan mampu berkontribusi kepada masyarakat melalui Post Program Activity, baik dilakukan di daerah masing-masing, berlevel nasional maupun internasional, bahkan ilmu serta pengalaman yang didapatkan para peserta selama program wajib diterapkan didalam kehidupan bermasyarakat sebagai wujud implementasi pengembangan pemuda," Yansen mengakhiri.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats