Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 02 Desember 2017 16:37 WIB

Menpora Ajak Pemuda untuk Bermedsos dengan Positif

Sidoarjo, HanTer - Rangkaian acara Kirab Pemuda Nusantara dibawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah sampai di kota Sidoarjo. Variasi kegiatan diberikan kepada para peserta Kirab Pemuda dan juga ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan di kota Udang tersebut. 
 
Setelah menjalani pawai kirab budaya dan menyapa warga Sidoarjo, mereka diberikan suguhan Talk Show dengan tema "101 Wajah Media Sosial: Tantangan Milenials"  di UMSIDA, Sidoarjo, Sabtu (2/12/2017) petang. Keseruan dan keaktifan peserta sangat tampak dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Valentino "jebret" Simanjuntak.
 
Pembicara utama adalah Menpora Imam Nahrawi. Selain itu, ada Penanggung jawab Medsos TNI AU Kolonel (Pnb) Agung Sasongko Jati, perwakilan media, serta beberapa pemain sepak bola. Tampak di antaranya adalah Rendy Irwan Syahputra (Persebaya), Gunawan Dwi Cahyo (Persija), Dendi Santoso (Arema), dan Atep Rizal (Persib).
 
Semangat yang diusung dalam talkshow ini adalah terkait pemanfaatan media sosial dengan lebih mengedepankan konten yang positif. Tidak mudah termakan berita hoax dan  tak mudah termakan isu-isu negatif. Karena itu, klarifikasi dan mencari kebenaran terlebih dulu dibutuhkan, sebelum memposting hal yang negatif di medsos. 
 
Dalam paparannya, Imam menjelaskan bahwa generasi milenial harus menggunakan media sosial secara arif dan bijaksana. Tidak mudah terprovokasi dan lebih waspada dalam menerima atau menyebarkan berita. 
 
"Generasi milenial dalam setiap hari selalu mendapatkan informasi yang luas. Tapi dalam menerima segala informasi tersebut harus hati-hati dan waspada. Kita semua harus terus menyebarkan dan menebarkan kebaikan diantara sesama. Sudah bukan zamannya lagi dijejali oleh informasi-informasi yang menebarkan kebencian. Mari bermedsos dengan positif," kata Menteri berusia 44 tahun itu.
 
Imam menuturkan, menyebarkan kebencian hanya akan membuat persatuan yang ada di Indonesia menjadi tergerus. Karena itu, dia meminta agar sebelum menyebarkan berita negatif untuk terlebih dulu melihat media yang selama ini terkenal independen dan obyektif dalam memberitakan sesuatu. 
 
Pernyataan Imam itu diamini oleh Kol (Pnb) Agung Sasongko Jati sebagai penanggung jawab medsos TNI AU. Dia menyampaikan bahwa dalam menghadapi dunia media sosial, sebagai perwakilan pemerintah harus berhati-hati dalam menjawab atau memberikan sikap kepada pengguna medsos. 
 
"Sebagai wakil pemerintah, kami harus benar-benar hati-hati dalam menjawab media sosial. Kalau bisa, kami memberikan jawaban yang serius tapi lucu dengan kesan positif. Dengan begitu bisa membuat suasana yang panas di medsos, menjadi dingin," tuturnya. 
 
Pemain pun demikian, mereka yang hadir rata-rata pernah menjadi korban hoax. Mulai dari kabar terkait perselingkuhan, provokasi jelang pertandingan, sampai dengan berita kecelakaan. "Tapi kami langsung melakukan klarifikasi, jadi tidak sampai berlarut-larut, tidak berlanjut sisi negatif itu," kata Gunawan Dwi Cahyo.
 
Hal yang sama juga diutarakan oleh Rendy. Baginya, menanggapi berita hoax harus dengan santai, tidak terbawa emosi. "Kalau saya harus memberikan informasi yang lebih jelas, diberikan penjelasan, dan tidak menambah panas kondisi. Karena itu perlu lebih dewasa dalam menyikapi medsos saat ini," tandasnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats