Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 06 Oktober 2017 00:58 WIB
Cekatan Merespon Keinginan Presiden Joko Widodo

Kemenpora Guyur Bonus Peraih Medali SEA Games dan ASEAN Para Games 2017

Jakarta, HanTer - Kemenpora cekatan melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk segera memberikan bonus kepada peraih medali di ajang ASEAN Para Games 2017 Malaysia, di mana Indonesia menjadi juara umum pada pesta olahraga atlet difabel edisi ke sembilan itu. Orang nomor satu di Indonesia itu menginstruksikan kepada Menpora Imam Nahrawi, saat menerima para atlet difabel Indonesia di Istana Negara, Senin (02/10/2017) lalu.
 
Penyerahan bonus tersebut secara simbolis dilakukan hari ini, Jumat (6/10/2017), yang dibarengi dengan Count Down Asian Para Games 2018, berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tak hanya bonus ASEAN Para Games 2017, Kemenpora juga secara simbolis akan menyerahkan bonus peraih medali pada ajang SEA Games 2017 Malaysia lalu.
 
Anggaran dana untuk bonus tersebut sekitar Rp 100 milar yang dialokasikan untuk 251 peraih medali ASEAN Para Games dan 191 peraih medali SEA Games 2017. Tak hanya itu barisan kepelatihan pun akan di ganjar bonus untuk jasanya mengantar atletnya meraih prestasi. 
 
Untuk peraih emas nomor individu akan mendapat bonus Rp 200 juta, peraih perak senilai Rp 100 juta, dan untuk peraih perunggu diberikan Rp 60 juta. Medali-medali dari nomor beregu dan tim/double bakal melewati perhitungan lebih lanjut. 
 
Meski pemberian bonus dilakukan secara simbolis, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dr. Raden Isnanta M.Pd., mengatakan jika bonus tak akan terlambat cair. "Bapak Presiden Joko Widodo meminta secepatnya dan kami dengan tanggap merespon keinginan tersebut," tutur Raden Isnanta, Kamis (5/10/2017).
 
"Insya Allah bonus tidak telat, karena ini kan sebetulnya sudah siap semua. Yang belum siap hanya waktu mengundangnya, karena para atlet kemarin setelah dari Istana kan sudah kembali ke tempatnya masing-masing,  jika harus mengundang semua lagi ke Jakarta pada Jumat ini, kasihan toh. Tapi Insya Allah tidak akan telat," jelas Isnanta. 
 
Disisi lain, Panitia Penyelenggara Asian Paragames (INAPGOC) 2018 akan mengolaborasi kegiatan penghitungan mundur Asian Para Games 2018 dengan konser musik Synchronize Festival. Ketua INAPGOC 2018 Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulis menuturkan bahwa menggabungkan kegiatan penghitungan mundur dengan konser Synchronize Festival karena itu adalah konser pertama yang ramah penyandang disabilitas di Indonesia.
 
Synchronize Festival merupakan festival musik multi-aliran berskala nasional yang melibatkan 102 musisi selama tiga hari sejak Jumat (6/10/2017) hingga Minggu (8/10/2017). "Selain itu kami akan tetap menggelar kegiatan potong tumpeng sebagai bentuk kesederhanaan kegiatan penghitungan mundur sekaligus wujud rasa syukur atas keberhasilan tim Indonesia dalam ASEAN Para Games," ucap Raja Sapta Oktohari. 
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dijadwalkan hadir dalam kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018 itu. 
 
INAPGOC akan mengisi kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018 dengan penampilan tarian dari kaum difabel dengan atlet-atlet difabel jelang prosesi hitung mundur. Panitia juga akan menampilkan foto-foto atlet-atlet difabel dalam berbagai kejuaraan multi-cabang olahraga disabilitas. Hermansyah


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats