Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 04 Agustus 2017 14:15 WIB

Buah Hasil Pembinaan Berjenjang Kemenpora, Juarai English Super Cup 2017 di Manchester

Jakarta, HanTer - Merajut mimpi untuk meraih prestasi sepak bola tampaknya disadari betul oleh Kemenpora, salah satunya dengan menyiapkan pembinaan usia dini yang berjenjang. Pembinaan berjenjang tersebut dilakukan dalam bentuk perhelatan Piala Menpora tim usia 12, 14 dan 16 tahun, dimana dalam setiap kategori umur tersebut akan disiapkan kompetisi.
 
Hasil pembinaan itu sendiri telah tercipta dalam torehan prestasi lulusan Piala Menpora U-12, dimana sukses membawa tropy English Super Cup 2017 yang berlangsung di Manchester beberapa waktu lalu, di mana 14 pemain dibawah naungan Imran Soccer Academy yang juga binaan dari FOSSBI sukses mengalahkan wakil Skotlandia 5-2 dilaga final.
 
Deputi III Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, menuturkan jika prestasi ini merupakan bagian dari berkelanjutannya program Kemenpora yang bernama Liga Pelajar Berjenjang dan FOSSBI yang ditunjuk sebagai penyelenggara U-12 Piala menpora yang puncaknya di Haornas 9 September mendatang kemudian di U-14 dan U-16 yang dihelat oleh komunitas lain merupakan bagian dari fakta bahwa kami berhasil membuat sebuah perjenjangan yang menorehkan prestasi internasional.
 
"Ini merupakan putra-putra terbaik hasil U-12 tahun lalu yang mampu berprestasi di pentas Internasional. Kami sangat mengapresiasi hasil yang maksimal ini dan peran Kemenpora kedepannya akan membimbing mereka  untuk terus eksis dipentas internasional bagi jenjang U-12, 14 dan 16," tutur Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta.
 
"Sebentar lagi kita akan mengirimkan untuk U-15 ke Gothia, China. Itu merupakan hasil dari U-14 tahun lalu, sedangkan hasil kejuaraan PPLP yang sekarang baru selesai antar SKO dan PPLP akan kita kirim ke Iran dan sebagainya termasuk U-16 akan kita kirim ke China," sambungnya.
 
Isnanta juga menyebut bahwa langkahnya merupakan siklus penjenjangan dari tingkat nasional. "Kondisi semacam ini tinggal terus dijaga sampai ke titik tertinggi namanya prestasi untuk senior, bagaimana setelah usia 17, 18 dan 19 tahun masuk diwilayah liga nusantara liga dua maupun kasta tertinggi kompetisi di tanah air," terangnya.
   
Ketika ditanya apakah tim ini merupakan cikal bakal timnas Indonesia kedepannya, Isnanta mengatakan itu tergantung proses. "Kita merintis pembinaan dari bawah dengan teratur, harapannya dari bawah terus berjenjang yang terkawal betul sehingga menjadi timnas," ungkapnya.
 
"Kalau nanti ditengah jalan terjadi hambatan, maka untuk mencapai tujuan jadi sulit, untuk itu kita sama-sama untuk mengkawal anak-anak terbaik itu dengan tepat. Mengkawal itu tidak hanya pemerintah, namun siditu juga ada peran orangtua, federasi, masyarakat dan segalanya, karena hal ini tidak bisa berjalan sendiri," pungkasnya.  
 
Sementara itu, Zuchli Imran pemilik ISA Academy yang juga Presiden FOSSBI mengaku senang dengan dukungan pemerintah yang secara langsung mau memperhatikan anak asuhnya, sehingga bisa memberikan semangat serta motivasi bagi dirinya untuk terus mencetak bibit unggul pesebakbola Indonesia.
 
"Tujuannya bukan ISA Academy tapi untuk sepakbola pada umumnya dan kita beri kesempatan pemain untuk bergabung bersama dalam bentuk pembinaan. Kedepannya harapannya pemerintah melalui Kemenpora terus mendukung, dan sambutan Kemenpora ini sangat luar biasa sehingga memberikaan semangat bagi anak-anak," tutur Imran. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats