Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 02 Juni 2017 19:10 WIB
Evaluasi Islamic Solidarity Games

Menpora: ISG akan Disejajarkan dengan Asian Games

Jakarta, HanTer - Kegagalan kontingen Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2017, menjadi sorotan tersendiri bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla, di mana ketika multi event negara-negara mayoritas memeluk agama Islam se-Asia itu berlangsung di Palembang beberapa tahun lalu, Indonesia sukses meraih 36 medali emas, namun pada ajang yang berlangsung di Baku, Azerbaijan bulan Mei lalu, kontingen Merah-Putih hanya mendulang enam emas.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Menpora Imam Nahrawi, saaat memimimpin rapat Evaluasi Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 dan Paparan Persiapan Asian Games 2018 di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6/2017). "Ini merupakan kekhawatiran, ditambah pada ajang bulutangkis Sudirman Cup di Australia kita juga gagal," ucap Menpora mengawali rapat.
 
Menteri asal Bangkalan, Madura itu mengatakan bahwa kedepannya ISG akan disejajarkan dengan Asian Games sehingga akan  menempatkan ISG dengan prioritas yang sama dengan Asian Games mulai dari persiapan atletnya, pendanaan dan sebagainya. "Karena di ISG ini diikuti kurang lebih dua negara maju (Qatar dan Uni Emirat Arab) sementara tidak di SEA Games," sambung Menpora.
 
Terkait pendanaan Satlak Prima, Menpora mengatakan bahwa keterlambatan pencairan dikarenakan regulasi disisi birokrasi seperti transfer, NPWP dan rekening. "Pak Wapres Jusuf Kalla mengatakan, kedepan serahkan saja anggaran itu langsung ke Prima jika perlu serahkan langsung kepada cabor, karena dianggap birokrasi ini menghambat juga terkait regulasi seperti transfer, NPWP, rekening termasuk perizinan ke luar negeri yang menjadi konsen beliau dan Bu Menko," ujar Menpora.
 
"Namun ini semua adalah terkait regulasi dan harus menjadi kehati-hatian kita agar tidak ada temuan di belakang hari, maka harus ada terobosan besar termasuk revisi-revisi beberapa regulasi yang ada," tegas Menpora.
 
Sementara itu terkait anggaran Inasgoc dan Inapgoc, Menpora mengatakan harus benar-benar sinkron dengan Kemenkeu. "Bagaimana kesesuaian anggaran yang disiapkan oleh Inasgoc itu bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan Inapgoc karena kita tetap bertanggap jawab atas suksesnya prestasi Asian Paragames karena ini adalah hal besar yang harus terus menerus disinkronkan, saya ingin nanti ada suatu tempat untuk selalu kita sinkronisasi baik dari sisi anggaran, atlet, sponsor dan sebagainya," tambah Menteri yan akrab disapa Cak Imam itu.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats