Jokowi Diingatkan Hati-hati dengan Kelakuan Ahok

Jokowi Diingatkan Hati-hati dengan Kelakuan Ahok

Kamis, 25 Agustus 2016 10:38 WIB

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan agar berhati-hati, dan  tak terseret terlalu jauh atas apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, bila dalam kondisi tertekan dan menghadapi masalah, mantan Bupati Belitung Timur itu selalu membawa-bawa nama Jokowi.

"Gubernur Ahok, kalau ada masalah selalu menyeret Pak Jokowi kebawah. Jadi, saya mengigatkan Pak Jokowi untuk berhati-hati dengan kelakuan Ahok, agar tidak terseret-seret terlalu jauh,” kata mantan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kepada pers usai menghadiri deklarasi Rumah Amanat Rakyat di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Menurut mantan Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur ini, jika tidak berhati-hati tentu makin lama, Presiden Jokowi makin terseret kebawah. “Saya ingatkan Pak Jokowi untuk hati-hati," tambahnya.

Rizal juga mempertanyakan sikap tegas pemimpin yang selalu dikaitkan dengan Ahok. Menurutnya, sikap tegas Ahok, hanya berlaku untuk rakyat kecil, tapi tidak ke pengembang. "Saya jadi bertanya, bosnya Gubernur DKI ini siapa. Presiden apa pengembang," tuturnya.

Gaya Orba

Lebih lanjut Panel Ahli Ekonomi PBB ini menyebut, Pemprov DKI Jakarta, kembali menerapkan metode off budget, yakni cara rezim Orde Baru (Orba) dibawah pimpinan Soeharto untuk melicinkan ambisi politiknya dengan kendaraan Partai Golkar pada waktu itu.

"Dana off budget sebagian digunakan untuk membangun rusun, sebagian digunakan untuk menggusur. Saya baca di koran, masih ada 350 titik lagi yang akan digusur. Yang bersangkutan (Ahok) malah makin pede, karena dia bisa pakai tentara dan polisi untuk melakukan itu," ujar Rizal.

Rizal menegaskan, cara yang diterapkan Ahok itu tidak bisa dibiarkan. Sehingga harus segera dihentikan. "Ini cara neofasis, tidak boleh kita biarkan," jelasnya.

Gangguan Jiwa

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Abraham "Lulung" Lunggana kembali menyebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini berdasarkan tes kejiwaan yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 2014 saat Ahok mengikuti seleksi calon wakil gubernur DKI Jakarta.

"Saya siap mempertanggungjawabkan memang (Ahok) menderita psikopat. Bukti bahwa Ahok menderita sakit jiwa bisa diliihat dari kebijakannya yang tidak memihak kepada rakyat. Apalagi selama memimpin Jakarta banyak yang dilanggar oleh Ahok sehingga membuat masyarakat Jakarta menderita. Oleh karenanya apa yang dilakukan oleh Ahok selama ini adalah pencitraan untuk menarik simpati masyarakat," ujar Lulung.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku mempunyai bukti yang menyebutkan bahwa Ahok adalah psikopat dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Kala itu ada dua dokter yang membenarkan Ahok menderita sakit jiwa.

"Itu ada dua dokter yang membenarkan. Satu berpangkat Letkol dan Kolonel. Udah ada buktinya (hasil pemeriksaan medis) kok," ungkapnya.

Lulung mengaku pergi ke rumah sakit ketika hendak menyusun hak interpelasi untuk menggulingkan Ahok dari gubernur DKI Jakarta. Salah satu teman di Pansus bernama Zaenudin (Hanura) bertemu dengan dokter yang saat itu memeriksa kesehatan Ahok dan mengiyakan bahwa Ahok mengidap psikopat.

Karena psikopat, sambung Lulung maka akan sangat berbahaya jika Ahok kembali memimpin Jakarta. Lulung pun meminta agar hukum ditegakkan. Hukum jangan hanya tegas ke masyarakat bawah tapi ternyata tumpul ke atas atau pengusaha.

Terkait pencitraan, sambung Lulung, Ahok melakukan penggusuran dan menempatkan korban gusuran itu di Rumah Susun (Rusun). Tapi ternyata rusun yang disediakan itu bukanlah milik Pemprov DKI Jakarta, karena Rusun tersebut dibuat atas hasil dari bayaran tambahan yang diberikan pengembang.

"Ini semua pencitraan yang dilakukan oleh gubernur. Rusun kebanyakan untuk penggusuran itu bukan punya pemda, belum diserahkan pemda, itu hasil pengembang yang bayar 15 persen tambahan. Dibuat MoU, untuk minta 15 persen kontribusi pengembang, ini penegak hukum kok diam," jelasnya.

Maka dari itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengajak masyarakat, untuk sepakat tidak memilih Ahok kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang. "Sekali tukang bohong akan tetap bohong. Itu tanda-tanda psikopat," jelasnya.

Rumah Rakyat

Seperti diketahui, sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Rumah Amanah Rakyat dengan tujuan untuk mencerahkan masyarakat memilih pemimpin yang pancasilais, jujur, bersih, cerdas, tegas, dan beradab.

Hadir sejumlah tokoh dan aktivis dalam peresmian Rumah Amanah Rakyat tersebut. Diantaranya adalah mantan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) era mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gusdur), Yusril Ihza Mahendra, Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijatno, Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Joko Santoso, Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurohman Ruki dan Lili Wahid, adik Gusdur, M Hatta Taliwang.  Hadir juga tokoh muda antara lain Sofyano Zakaria dan Ferdinand Hutahean.

(Safari)


Baca Juga:

Menpora: Mulai Hari Ini Masyarakat Indonesia Harus Dukung Asian Games 2018

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:00 WIB

Alokasi Anggaran Kementerian PUPR Capai Rp106 T, Polri Dapat Rp77 T

Jumat, 18 Agustus 2017 16:09 WIB

Rp756 Miliar Untuk Bahas Satu UU, CBA: DPR Tidak Waras

Jumat, 18 Agustus 2017 15:16 WIB

Gunakan Baju Adat Terbaik, Menkum HAM Hingga Istri Kapolri Terima Sepeda dari Presiden

Kamis, 17 Agustus 2017 13:40 WIB

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% dan Belanja Negara Rp2.204 Triliun di RAPBN 2018

Rabu, 16 Agustus 2017 16:24 WIB

Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi Tegas Fokus Dipemerataan Ekonomi

Rabu, 16 Agustus 2017 14:29 WIB

Presiden Anugerahkan Tanda Kehormatan Delapan Tokoh, Termasuk (Alm) KH Hasyim Muzadi

Selasa, 15 Agustus 2017 15:31 WIB

Jokowi Sebut Akan Tingkatkan Kualitas Bandara Notohadinegoro Jember Pada 2018

Minggu, 13 Agustus 2017 13:27 WIB

Kunjungi Jember, Ini Rangkaian Kegiatan Presiden Jokowi

Minggu, 13 Agustus 2017 10:29 WIB

Cerita Gibran Siapkan Gudheg Bubur Lemu Untuk Mas Agus

Jumat, 11 Agustus 2017 13:46 WIB
Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.
Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com