Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 18 Oktober 2017 19:08 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target Kepesertaan Pekerja Informal

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan baru sektor pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) hingga akhir 2017 sebanyak 2 juta peserta. Hingga saat ini, tercatat 1,7 peserta kategri BPU telah terdaftar dalam program jaminan sosial tenaga kerja yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan begitu, tersisa sekitar 300 ribu peserta untuk mencapai target yang ditetapkan. Terkait hal ini, BPJS Ketenagakerjaan mengincar para mitra atau pengemudi transportasi daring (online). Salah satunya dengan menggandeng Uber, penyedian aplikasi transportasi online di Indonesia.

“Kerjasama dengan Uber ini adalah bagian dari upaya mencapai target tersebut,” kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis disela penandatangan perjanjian kerja sama dengan Uber di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Ilyas menuturkan, jumlah pekerja yang tergolong bukan penerima upah dewasa ini kian tumbuh, yaitu mencapai 53% dari angkatan kerja. Sementara, BPJS Ketenagakerjaan sendiri menargetkan jumlah kepesertaan aktif tahun 2017 mencapai 25,2 juta orang, atau meningkat 11% dari tahun 2016.

Dari kerja sama ini, Ilyas menargetkan dapat merekrut 200 ribu pengemudi Uber untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mengapresiasi upaya Uber yang mendukung mitra pengemudi untuk menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Mitra pengemudi Uber termasuk dalam kategori pekerja bukan penerima upah atau BPU, yang dalam bekerja, mereka tentu tidak terlepas dari risiko kerja. Inilah pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi mereka,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Head of Public Policy and Government Affairs Uber, John Colombo berjanji untuk membantu menyebarkan informasi kepada mitra pengemudi untuk mendaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan membayar kontribusi (premi) mereka langsung ke BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk memastikan mitra pengemudi mendapat informasi yang penuh dan kemudahan untuk mendaftar sebagai peserta, Uber akan memberikan notifikasi yang terhubung dengan laman pendaftaran yang akan muncul ketika mitra pengemudi membuka aplikasi Uber.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah untuk menyediakan perlindungan sosial bagi pekerja bukan penerima upah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung mitra pengemudi kami, yang merupakan bagian dari bukan penerima upah," ujarnya. 

 

 

(Arbi)


comments powered by Disqus