Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 18 Oktober 2017 18:32 WIB

Pengamat: Subsidi Angkutan Umum Perlu Ditambah

Jakarta, HanTer - Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno meminta kepada pemerintah agar dapat menambah subsidi angkutan umum untuk meningkatkan pelayanan terutama di daerah-daerah.
 
"Kalau melihat subsidi angkutan umum saat ini masih terlalu kecil kalau dibandingkan katakanlah moda kereta," kata Djoko di Jakarta, Rabu, (18/10/2017).
 
Djoko yang juga aktif di Masyarakat Transportasi Indonesia menjelaskan, untuk tahun 2017 subsidi bus perintis yang tersebar di seluruh Nusantara sebesar Rp124,5 miliar. Sedangkan subsidi moda kereta sudah mencapai Rp2,1 triliun, sebanyak 65 persen (Rp1,348 triliun) diberikan kepada penumpang pengguna komuterline Jabodetabek.
 
Sementara penikmat moda kereta sebagian besar publik di Jawa dan Sumatera, ujar Djoko.
 
Djoko mengatakan, upaya memperbesar atau menambah subsidi angkutan umum bertujuan menenuhi target 34 kota yang harus memiliki bus sistem transit atau BRT (bus rapid transit).
 
Dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2015-2019, selain pengadaan 3.000 bus juga ada target 34 kota punya BRT. Hingga sekarang target tersebut masih jauh dari harapan.
 
Pasalnya, daerah-daerah yang sudah mendapatkan bantuan bus, tidak bisa segera mengoperasikan, karena terkendala anggaran.
 
Di daerah, APBD tidak cukup mampu untuk memberikan subsidi bagi semua trayek bus umum. Perlu bantuan dari Pemerintah pusat, kecuali Kota Jakarta yang sudah bisa mandiri, karena APBD-nya cukup tinggi.
 
Di Solo, tahun ini mendapat hibah 45 unit bus. Namun hingga sekarang belum dapat dioperasikan karena tidak ada anggaran. Di Kota Pangkalpinang dapat hibah lima bus, juga belum dioperasikan dengan alasan yang sama.
 
Selain itu, juga harus diakui banyak daerah yang kepala daerahnya kurang bergairah menata transportasi umum karena tidak menghadirkan profit (keuntungan).
 
Selain memberikan bus ke daerah, sudah sepatutnya daerah juga diberikan bantuan operasional. Perlu kerja sama Kemenhub, Kemenkeu dan Kemendagri untuk segera mewujudkan trasportasi umum humanis di daerah.
 

(Anu)


comments powered by Disqus