Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 17 Oktober 2017 17:01 WIB

IHW : Produk Halal Taiwan Siap Masuk Indonesia

Jakarta, HanTer - Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) H.Ikhsan Abdullah, SH.,MH mengatakan, saat ini pengusaha dari negara Taiwan telah antusias memahami bagaimana regulasi halal di Indonesia. Antusiasme tersebut diketahui dalam seminar tentang pemahaman produk halal Indonesia dan Taiwan di Nangang Exhibition Center yang diselenggarakan oleh TAITRA (Taiwan External Trade Development Council) bekerjasama dengan Sincung Halal for Taiwan, Senin (16/10/2017) kemarin.
 
"Seminar dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari para pebisnis dan pejabat pemerintah setempat," kata Ikhsan dalam pesannya kepada Harian Terbit, Selasa (17/10/2017).
 
Menurut Ikhsan, pemerintah Taiwan melalui TAITRA menjadikan isu halal sebagai hal yang penting dalam kelangsungan perdagangan Taiwan-Indonesia. sebagaimana data statistik Kementerian Ekonomi bahwa Taiwan merupakan mitra dagang utama Indonesia. Saat ini ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai 16-17%, demikian pula ekspor Taiwan ke Indonesia yang mencapai 17%. Taiwan sangat menerima atas kehadiran pendatang dan turis khususnya dari negara-negara yang berpenduduk muslim seperti Indonesia dan Malaysia. 
 
"Oleh karenanya amat mudah menemukan gerai dan resto halal di Taiwan khususnya Taipei. Bahkan beberapa hotel pun di Taipei amat siap untuk menyediakan layanan hotel halal. Ini sangat berbanding terbalik dengan Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim," ujarnya. 
 
Sebagaimana Korea selatan, Jepang serta China, sambung Ikhsan, Taiwan juga menjadikan Indonesia sebagai pasar utama dalam perdagangan internasional, sesuai dengan policy "south asean bond markets" yang telah dicanangkan oleh Presiden Taiwan,  Tsai Ing Wen. Hal tersebut tentu menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha dan pemerintah Indonesia. Karena dalam jangka panjang Indonesia akan kebanjiran produk halal asal negeri Taiwan.
 
Saat ini ekspor Taiwan ke Indonesia lebih banyak kepada produk makanan kemasan roti dan hasil produk pertanian lainnya. Potensi yang sangat terbuka untuk ekspor Indonesia ke Taiwan adalah untuk produk-produk pertanian diantaranya kopi. Keseriusan pemerintah Taiwan dalam mendorong perdagangan internasional dilakukan melalui pembinaan tekhnis, pemberian informasi tentang produk-produk yang diminati, pemberian skema kredit eksport, juga bantuan subdisi sebesar 100rb NT atau ekuivalen dengan Rp 44juta/tahun bagi pengusaha Taiwan untuk memperoleh sertifikat halal. 
 
Semangat pemerintah Taiwan untuk dapat melakukan eskport guna meningkatkan pendapatan petani di antaranya juga berusaha bagaimana menembus kendala utama dalam melakukan eksport ke negara tujuan, seperti di Indonesia. Saat ini Taiwan melihat adanya Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagai hambatan yang harus bisa di atasi. Sehingga TAITRA sebagai organ pemerintah dalam bidang perdagangan luar negeri sangat maksimal membantu para pengusaha Taiwan yang akan melakukan ekspor khususnya ke Indonesia.
 
"Pada konteks ini Indonesia Halal Watch mengambil inisiasi sebagai pemrakarsa sekaligus mendorong peningkatan hubungan dagang kedua negara khususnya dalam perdagangan produk halal dengan saling memberikan informasi mengenai regulasi halal di Indonesia dan Taiwan," paparnya. 
 
Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, fasilitasi tersebut dilakukan dengan memprakarsai kerjasama LPPOM MUI dengan Sincung Halal for Taiwan. Sebuah perusahaan yang didirikan di Taiwan yang memiliki komitmen terhadap isu dan produk halal. Penjajagan kerjasama ini telah dilakukan IHW dan Sincung Halal for Taiwan pada sekitar satu stengah taun yang lalu yang dilanjutkan dengan ditandatanganinya kerjasama LPPOM MUI dan Sincung Halal for taiwan.
 
Saat ini MUI telah memiliki kantor perwakilannya yang ke 4 di luar negeri, dan segera menyusul di beberapa negara lainnya. Satu hal yang penting pemerintah Indonesia dan industri lokal harus bersiap diri karena kehadiran produk halal Taiwan dalam waktu dekat memang menguntungkan bagi penerimaan devisa bagi negara akan tetapi dalam jangka waktu panjang tentu akan menjadi masalah utama karena akan menjadi rival dan tantangan berat bagi industri lokal di pasar. 
 
Oleh karenanya pemerintah harus segera fokus dalam persoalan ini dengan menata kembali industri dalam negeri khususnya pembinaan teknis dan permodalan terhadap usaha kecil menengah yang berbasis produk halal yang meliputi, makanan,minuman ,kosmetika, jamu, obat-obatan dan barang gunaan. Sehingga Indonesia diharapkan mampu meraih pangsa pasar (business opportunity) produk halal yang sangat terbuka lebar.
 
Dalam kunjungan muhasabah IHW ke Taiwan tersebut ikut serta rombongan MUI yang juga dihadiri oleh KH. Maruf Amin dan Direktur LPPOM MUI Bapak Dr Lukmanul Hakim M.Si. Delegasi di terima oleh Wakil President Taipei Mr.Chen Chien-jen, juga oleh pejabat kementerian negara urusan new south bond / urusan wilayan selatan, dan Bureau of Foreign Trade. 

(Safari)


comments powered by Disqus